Debaran yang Sama

1508 Words

"Dimas, lo bisa doa-doa sehari-hari gitu, ya? Bukannya waktu itu lo bilang nggak bisa?" Pertanyaan Rea membuat mulut Dimas seolah-olah terkunci. Dia kenapa sampai lupa? Dimas menelan susah payah, mencari jawaban yang tepat. "Emangnya gue bilang kalo nggak bisa doa sebelum naik kendaraan?" Dimas bertanya balik. Mobil yang mereka tumpangi mulai melandas. "Ya, enggak," jawab Rea setelah mengingat-ingat. "Nah, makanya. Doa mau makan, sesudah makan, masuk dan keluar WC, doa mau tidur, bangun tidur, dan naik kendaraan gue hafal. Kan waktu sekolah TK dulu sering disuruh baca itu. Jadi, gue masih ingetlah." Dimas pura-pura pilon di depan Rea. Hal itu membuat Intan semakin merasa aneh. Dia ingat, beberapa hari yang lalu tampak khusu' membaca ayat kursi dan zikir lainnya. Sekarang, dengan tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD