Bab 9

1030 Words
Anjani berusaha untuk tetap tenang dan di saat itu juga Urdha jangan beberapa kejadian satu sama lainnya kalau harapan di sini. Keadaan di sini bisa di tentukan satu sama lainnya, Urdha yang sudah berada di depan pintu keluar memandang kanan dan kiri ternyata Abraham sedang menahan seseorang misterius dan tidak ada lagi yang di harapkan nya saat ini juga, beberapa kejadian satu sama lainnya di tambah pula. "Abraham!!! Apa yang kau lakukan di sana?" Teriak Urdha. "Ini Bos, dari tadi mencurigakan." Ucap Abraham. Orang tersebut langsung memandang Urdha yang ingin menghampirinya dengan sekuat tenaga pria misterius tersebut langsung menendang kaki Abraham agar dia melarikan diri. "Awww.... Sialan!!! Hei... jangan kabur kau!" Teriak Abraham dengan kesakitannya. "Jangan di kejar, biarkan dia pergi hanya menghabiskan waktu saja mengejar orang seperti itu. Kita harus waspada saja jangan membuat Anjani panik dan saat ini aku ingin menghabiskan waktu berdua saja." Ucap Urdha. "Huh... Huh... baiklah Bos, kalau begitu silakan masuk di sini aku akan terus memantau dari luar." Ucap Abraham. "Oke, jangan terlihat tidak menentu saat ini masih bisa di bilang tidak ada yang mudah di jalan kan sampai penderitaan terjadi. Anjani enggak boleh tahu apa yang di lakukan di luar ini juga." Jelas Urdha berusaha untuk menenangkan diri.   Beberapa keadaan ini Urdha kembali lagi masuk ke dalam restoran itu menghampiri Anjani yang saat itu masih memikirkan kejadian satu sama lainnya. Harapan di sini begitu tanpa keyakinan di diri ini menjadi satu kehidupan tanpa memikirkan  kejadian itu. "Sayang ada apa tadi di luar? Kenapa lama sekali?" Tanya Anjani yang begitu sangat bingung dan penasaran juga dan di dalam diri. "Iya tidak apa-apa sayang, jangan khawatir di sini aku merasa tidak ada beban terjadi satu sama lainnya. Kehidupan satu sama lainnya berjalan dengan baik pula keadaan ini telah berjalan sampai di sini telah ada kejadian nya juga." Ucap Urdha kepada Anjani agar dia terasa tenang dan dia tidak mau memikirkan kejadian satu sama lainnya di dalam diri ini telah banyak membuat di dalam diri ini. "Hm... yang benar sayang? Aku merasa kau tidak bisa di lakukan sampai mendapatkan penderitaan juga bisa di lalui juga. Iya sudah kita langsung saja duduk menyelesaikan masalah ini telah banyak berjalan sampai begitu juga." Ucap Anjani yang langsung menarik tangan Urdha kembali duduk di meja makan mereka berdua. Akhirnya mereka berusaha untuk tidak bisa memikirkan kejadian satu sama lainnya, kalau semuanya bisa di tentukan sampai ada penderitaan terjadi satu sama lainnya. Kalau semuanya telah ada keadaan di sini bisa di lalui tanpa kejadian tersebut. Tidak lama mereka berdua sudah menyelesaikan makan malam itu dengan begitu bahagia. "Abraham, kita sudah selesai juga dan saat ini menjadi beberapa keadaan kita semakin memburuk kalau berada di luar ini menjadi satu keadaan satu beberapa masalah." Bisik Urdha kepada Abraham. "Saat ini masih terus berjalan demi keadaan satu persatu, jangan berpikir telah keadaan di sini bisa di lalui menjadi beberapa keadaan telah menderita juga bisa di lakukan sampai penderitaan kita jika memikirkan keadaan salah satu inginnya." Ucap Abraham kepada Urdha. Di tempat lain Noah saat itu masih memikirkan kejadian satu perubahan diri ini masih terus berjalan sampai membuat dia menderita juga. Hampir semuanya bisa di lakukan demi kejadian satu sama lainnya. Harapan di sini telah menjadi beberapa kejadian bisa di lakukan tanpa memikirkan keadaan juga. "Sial!!! untung saja aku enggak ketahuan saat ini sampai dia berpikir mendapatkan kejadian tersebut di dalam ingin satu perubahan di dalam nya sampai kejadian satu sama lainnya. Saat ini masih terus berjalan demi sudah keadaan ini. Anjani terlihat sangat bahagia dan dia merasa kalau setiap menjadi keadaan tidak tenang juga." Ucap Noah di dalam hatinya dia merasakan kalau setiap berada di sini telah menjadi nyata juga. Tidak berada juga bisa di lakukan, telah bisa di katakan Noah yang sudah bisa di lalui menjadi berjalan satu keadaan ini bisa di lakukan satu perubahan di sini berjuang di sini telah ada juga. Kekuatan tanpa di sini bisa di lalui. "Jangan sampai aku akan ketahuan oleh Abraham yang saat ini masih terus berjalan, di sini aku sudah bisa di katakan dengan apa yang terjadi jika ada sesuatu membuat sebuah kenyataan yang ada juga . Perjuangan di diri ini telah banyak sekali di anggap sebagai beban juga." Jelas Noah di dalam hatinya yang sangat gelisah. Di malam hari itu acara di jalankan sudah berakhir dengan bahagia, perasaan Anjani semakin tidak tenang sampai begitu perjalanan menuju rumah itu pun wajah wanita tersebut seperti tidak menentu satu sama lainnya.  Dari kaca depan Abraham melihat wajah Anjani terlihat pucat dan pandangan kosong, dengan penasaran dia berusaha untuk berbicara, "Nyonya, apa anda baik-baik saja?" Abraham begitu terlihat sensitif jika ada keanehan pada Anjani akhir-akhir ini juga, beberapa di sini telah ada perjalanan satu sama lainnya. Kalau setiap permasalahan selama ini banyak terjadi masalah. "Ada apa Abraham? Anjani seperti biasa saja." Celetukan Urdha yang memandang istrinya terlihat baik-baik saja. "Hm... Baiklah kalau begitu Bos, kita harus segera pulang jangan sampai berlama di luar rumah juga." Ucap Abraham dan langsung melaju kencang mobilnya. Urdha bingung dengan apa yang di katakan Abraham saat ini, berulang kali dia melihat Anjani dalam keadaan baik-baik itu saat ini masih berpikir sampai begitu juga. "Sayang apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tiba-tiba diam saja dan di saat ini masih bisa di katakan dengan baik, perjuangan diri sampai mendapatkan kejadian berjalan sampai begitu menderita juga." Tanya Urdha kepada Abraham yang saat ini masih memikirkan kejadian satu sama lainnya. "Hm... aku baik-baik saja, jangan khawatir mungkin ada setiap beberapa kejadian satu permasalahan di sini. Apa bisa secepatnya sampai rumah." Ucap Anjani dengan datar. Urdha merasa semakin aneh melihat Anjani saat ini masih bisa di katakan kalau dirinya menjadi semakin tidak tenang. "Abraham, kita sepertinya harus sampai rumah dengan cepat, saat ini masih bisa di katakan kalau setiap semuanya bisa di lalui juga. Aku merasa tidak enak di sini sudah bisa di lalui sampai begitu berjalan tanpa keadaan di sini telah mendapatkan kejadian satu sama lainnya berjalan demi satu sama lainnya di sini bisa begitu juga." Jelas Urdha kepada Abraham. "Iya Bos, saya berusaha untuk segera sampai di rumah dan juga merasa telah merasa dari tadi ada perubahan suasana di dalam hatinya yang saat ini masih terus bisa di lakukan menjadi satu sama lainnya." Ucap Abraham kepada Urdha.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD