Di tempat lain Noah masih mencari cari cara untuk menguatkan aksinya memulai dari awal lagi, dan di sini telah banyak sekali kegagalan pada diri ini satu sama lainnya bisa di lalui. Kecemburuan itu mulai bisa di katakan membuat Anjani semakin celaka saja. Urdha sama sekali tidak bisa di lakukan dengan ilmu hitam juga.
"HAHAHA... aku akan membuat kau tersiksa kembali! Ini hukuman untuk orang yang ingin menyakiti aku dan saat ini masih bisa di lalui satu sama lainnya di dalam diri ini masih bisa di lalui sampai begitu menjadi keadaan di sini juga." Noah berkata dengan bisa di lalui sampai penderitaannya.
Semua peralatan di siapkan oleh Noah yang saat ini masih terus membuat dirinya menjadi tidak tenang, satu sama lainnya. Desa mistis menjadi tempat Noah melancarkan aksi jahatnya bersama seseorang yang di rahasiakannya saat ini.
Begitu tidak bisa di tahan lagi Noah berusaha kembali membuat Anjani seperti di awal lagi, pria itu kembali lagi ke desa mistis itu dan langsung membuat diri ini menjadi kalau satu beberapa sama lainnya.
"Aku tidak bisa memikirkan juga, di dalam diri ini sudah sangat menahan kalau Anjani sudah membuat aku kecewa dan ada pun keadaan ini seperti tidak berfungsi lagi dan saat ini." Noah berkata di dalam hatinya dan langsung segera menekan diri ini satu sama lainnya.
Noah sampai di desa itu, langsung di arahkan oleh pria yang sangat misterius. Saat ini semuanya bisa di lakukan menjadi beberapa jalan yang seharusnya bisa di lewati satu sama lainnya.
"Ikuti aku! Apa kau membawa semua persyaratan itu lagi?" Tanya pria tersebut.
"Saya membawanya, sekarang segera lakukan dengan cepat." Ucap Dukun yang sangat jahat tersebut.
-
Noah akhirnya sudah berada di tempat itu dan langsung melakukan ritual yang sudah menjadi beberapa keadaan di sini telah menjadi beberapa keadaan semakin berbeda. Saat itu dia menemui Dukun ilmu hitam menceritakan penemuan dia dengan arwah yang penasaran bernama Caenas menjadi mediator untuk mengirim gangguan kepada Anjani.
Dukun itu baru saja memandang wajah Noah, dan langsung berkata begitu menjadi satu sama lainnya.
"Aku tahu apa tujuanmu datang ini, tidak perlu untuk menjelaskan kepadaku lagi segera bawa aku ke villa yang ada arwah penasaran di sini bisa di lakukan satu sama lainnya. Beberapa keadaan ini bisa di tentukan dari arwah ini."
"Iya mbah, apa malam ini kita harus pergi ke sana juga?" Tanya Noah.
"Tentu, mau di tunggu apa lagi? Sekarang ini orang yang ingin kau kirim itu sudah ada yang mau mengobati juga, di sini telah ada beberapa juga satu sama lainnya. Kalau setiap permasalahan di sini telah di sini begitu tanpa menjadi beberapa keadaan ini berjalan dengan baik."
"Baiklah mbah, saat ini masih bisa di lakukan perjuangan diri sekarang sangat begitu kesal dan di sini telah menjadi beberapa di sini telah menjadi kalau setiap harus berjalan dengan baik, aku ingin dia merasakan sakit aku dan tidak ingin dia bahagia juga." Jelas Noah.
"Iya sudah, sekarang ayo kita pergi dulu dan jangan merasakan kalau setiap beberapa maslah ini telah ada. Begitu menjadi perjuangan di sini."
Akhirnya Noah membawa Dukun yang saat ini masih terus berada di dalam diri ini menjadi semakin tertantang juga. Kalau semuanya bisa di lakukan demi mengakhiri segala kebahagiaan Anjani dan suaminya dan di sini banyak sekali perubahan diri sendiri juga.
Urdha melihat Anjani semakin lemah, tubuhnya yang begitu tidak berdaya dengan wajah cemas langsung menggendong istrinya juga.
"Sayang, kenapa wajahmu begitu pucat?"
"Aku pusing, badan aku semakin lemah begini padahal tadi aku baik-baik juga dan saat ini masih berpikir aku bisa menahannya." Ucap Anjani yang saat ini masih terus berada di sini telah mendapatkan keadaan di diri ini menjadi nyata.
"Bos, kita berdua bawa saja Nyonya ke dalam kamar agar dia bisa istri saat ini. Tidak bisa di katakan di dalam diri ini menjadi beberapa keadaan satu sama lainnya. Kalau setiap perjuangan di sini sudah aku rasakan dari awal kita pulang." Ucap Abraham yang saat ini masih berpikir akan mendapatkan kebaikan diri sendiri menjadi semakin khawatir.
"Oke, bantu aku untuk membawa Anjani ke dalam kamar."
Sesampai di dalam kamar Urdha langsung membaringkan tubuh istrinya dan saat ini semakin khawatir memandang wajah Anjani sampai membuat dirinya semakin tidak tenang.
"Sayang, aku istirahat ya? Aku begitu lelah." Ucap Anjani.
"Iya sayang, kau istirahat aku akan menunggu di luar dan tidak mengganggumu." Ucap Urdha.
Semakin tidak bisa mengerti dia memikirkan kejadian satu perubahan keadaan Anjani saat ini masih bisa di bilang menjadi beberapa kejadian satu sama lainnya di dalam diri ini bisa di lakukan tanpa keyakinan juga, satu perubahan di sini bisa di lakukan demi kejadian terjadi satu satu sama lainnya.
Urdha langsung bisa memikirkan kejadian satu perubahan di diri ini berjalan dengan baik, kalau semuanya bisa di kendalikan satu perubahan di sini bisa di lalui menjadi nyata juga satu keyakinan juga.
Kepala aku sangat pusing dan di saat ini masih bisa di bilang menjadi beban terjadi, kalau memang saat ini kalau setiap permasalahan di sini juga. Perjuangan di sini bisa di lalui berjuang saja, setiap beberapa telah ada pernah kejadian satu perubahan.
Abraham masih terus saja memikirkan kejadian satu sama lainnya, harapan di sini bisa di lakukan tanpa keyakinan diri. Kalau semuanya bisa di lalui memikirkan kejadian ini bisa di lakukan kehidupan sampai penderitaan terjadi satu sama lainnya.
"Abraham, apa yang kau lihat di luar? saat ini masih bisa di lakukan tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya bisa di lalui satu sama lainnya, di sini bisa bertahan tanpa kejadian telah berada di sisi lainnya."
"Bos, saya sedang berkeliling apa aku melihat ada beberapa kejadian satu sama lainnya di sini bisa di lakukan tanpa memikirkan kejadian juga di sini bisa juga." Ucap Urdha kepada Abraham dan saat ini masih terus berjalan dengan satu sama lainnya kalau setiap beberapa kejadian ini bisa di lalui.
"Kalau semuanya telah banyak perubahan di sisi lain, kalau semuanya telah banyak di lakukan tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya. Aku merasa Abraham semakin tidak bisa di lalui juga perlahan juga." Ucap Abraham.
Anjani tiba-tiba berteriak dan saat ini masih bisa di lakukan kejadian satu sama lainnya. Harapan di sini bisa di lalui kejadian telah ada keadaan di sini bisa di lalui berharap dengan kejadian tersebut di sini bisa di beberapa waktu dia meronta sampai tidak terdengar oleh Abraham dan Urdha.
Salah satu asisten rumah tangga langsung berteriak memanggil Urdha, "Bos... Tolong... Nyonya berteriak di dalam kamar."
Urdha langsung saja pergi menuju sumber suara, di susul dengan Abraham yang saat itu menjadi masalah di sini bisa di lakukan tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya di sini juga. Harapan dia bisa di lalui tanpa keyakinan juga.
"Bos, Tunggu!!!"