"Malam ini juga? Ini malam Jum'at pasti bagus untuk menghancurkan semua sihir dari dukun tersebut dan juga banyak sekali yang di lakukan demi kejadian satu sama lainnya di dalam diri ini bisa di dapatkan begitu tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya."Urdha berkata di dalam hatinya yang begitu tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya di dalam diri ini terus berjalan begitu membaik satu sama lainnya di dalam diri ini.
"Betul Bos, sekarang aku masih belum yakin untuk meninggalkan mereka bertiga di dalam rumah sendirian dan saat ini masih bisa di lakukan begitu tanpa keyakinan diri menjadi perubahan diri satu sama lainnya. Kalau setiap apa pun di lakukan akan membaik juga." Jelas Abraham dengan kekhawatirannya.
"Iya sudah aku akan membicarakan ini kepada Anjani terlebih dulu, dan kau tanya kepada Mbah Parno apa bisa kita meninggalkan merekan bertiga di rumah pada malam hari ini juga?" Urdha memerintah Abraham untuk membicarakan apa yang di lakukan di sini begitu tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya di dalam diri sampai membuat penderitaan terjadi satu sama lainnya.
"Baiklah bos."
Urdha langsung membicarakan semuanya kepada Anjani, dan perasaan Anjani seperti ketakutan untuk di tinggal ini dan semuanya bisa di katakan sebagai beban terjadi di dalam diri ini bisa di lakukan begitu tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya.
"Kalau semuanya bisa di andalkan begitu tanpa menjadi salah satu kejadian ini berjalan begitu tanpa keyakinan diri menjadi semakin tidak menentu juga, Urdha aku takut nanti mereka tidak bisa mengendalikan semuanya juga." Ucap Anjani khawatir dengan semuanya dan harapan yang terjadi satu sama lainnya.
"Sayang kita tunggu saja apa kata Mbah Parno, sekarang Abraham sedang menghubunginya dan di sini begitu membuat menjadi begitu mendalam satu sama lainnya kalau semuanya bisa di lakukan begitu tanpa keyakinan diri berjalan sampai begitu tanpa memikirkan kejadian yang ada." Urdha berkata kepada Abraham yang saat ini masih bisa di lakukan kejadian satu sama lainnya begitu berarti tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya di sini bisa di lakukan sampai begitu tanpa keyakinan.
"Iya sayang aku akan menunggu saat ini semuanya bisa di katakan sebagai beban terjadi juga, kalau sekarang tidak perlu ada perubahan diri sampai membuat keharusan juga dan harapan terjadi di satu sisi ini aku begitu tanpa memikirkan kejadian yang ada." Ucap Anjani kepada Urdha yang begitu tanpa kehidupan satu sama lainnya lagi.
"Kalau sekarang jangan di pikirkan lagi kalau setiap masalah ini bisa di katakan juga, kalau memang sekarang sudah bisa di lalui pasti akan berjalan sampai begitu tenang dan juga aku akan melakukan yang terbaik satu sama lainnya." Ucap Urdha.
"Permisi Bos... tadi mbah bilang tidak masalah sekarang juga, Sekarang semuanya beres sudah di pasang semua pagar di sekeliling rumah ini dan juga banyak sekali yang harus di bereskan malam ini." Ucap Abraham yang langsung mengajak Urdha.
"Saat ini semuanya bisa di katakan lagi, dan apa pun kejadian satu sama lainnya. Kalau sekarang ada yang berubah dan juga banyak di katakan demi keyakinan juga. Harapan di sini bisa di lakukan begitu tanpa menjalankan begitu menderita dan juga harapan terjadi juga bisa di lakukan begitu tanpa menjalani setiap begitu menderita juga." Ucap Urdha kepada Abraham.
"Nyonya, sekarang sudah aman jangan di pikirkan lagi. Saya dan Bos akan pergi dan jangan melakukan yang terbaik satu sama lainnya sekarang ini sudah bisa di lakukan begitu saja, mbak Emeli jangan pernah di tinggalkan juga dan harapan semakin mendalam satu sama lainnya." Ucap Abraham kepada Urdha yang saat itu masih memikirkan kejadian yang ada.
"Baiklah, aku akan menjaga Emeli dan sekarang kalian perginya hati-hati ya." Ucap Anjani yang pasrah untuk bertahan juga.
Tidak lama mereka pergi dengan cepat, Abraham menunggu Mbah Parno di sebuah sungai mengalir yang tidak jauh dari rumah mereka juga dan saat ini begitu membuat penderitaan terjadi juga.
"Abraham! Di mana Mbah Parno?"
"Kita harus mencarinya di sekitar ini dia sedang membaca mantra memanggil arwah yang telah mengganggu kita bos."
"Oke, sekarang kita cari saja dan saat ini semuanya bisa di bilang kalau setelah ini akan membuat perjalanan hidup akan berjalan dengan baik pula. Saat ini entah apa yang terjadi kalau sekarang semuanya berjalan dengan baik." Ucap Urdha berjalan mengitari pinggiran sungai tersebut dan saat ini semuanya bisa di katakan sebagai beban terjadi satu sama lainnya di harapkan berjalan dengan sebuah pemikiran juga.
"Kalian kenapa di sana? Kemarilah! Sekarang aku sudah tahu nama Arwah yang memiliki dendam terhadap orang, jadi saat ini dukun tersebut sudah menjadikan Arwah itu untuk balas dendam dan akhirnya saya sadar saat ini semua anggota di dalam rumah itu sedang di incar oleh makhluk tak kasat mata." Jelas Mbah Parno kepada Abraham dan Urdha.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Urdha.
"Satu-satunya hanya dengan memusnahkan bunga kiriman ini! Sekarang kita mulai dengan ritualnya dan saat ini tidak ada waktu lagi berlama-lama juga di dalam perjalanan pasti akan terus berakhir dengan baik pula." Ucap Mbah Parno saat ini masih begitu tanpa keyakinan juga satu sama lainnya.
"Baiklah mbah."
Abraham menyebarkan garam di sekeliling mereka berdiri dan di saat ini masih bisa di lakukan sampai begitu tanpa keyakinan juga berjalan begitu tanpa ada keyakinan diri menjadi satu sama lainnya. Sekarang tidak ada yang harus di lakukan begitu tanpa penderitaan terjadi juga satu sama lainnya.
Mbah Parno komat kamit dia berulang kali menyiramkan air di bunga itu dan saat ini semuanya bisa di lakukan begitu tanpa kejadian sekarang juga. Dengan cepat bunga itu terlihat terbakar sendiri dan di situ lah mbah tersebut melakukan ritual yang membuat suasana semakin mencekam, begitu lah yang di rasakan Urdha serta Abraham di lingkaran mereka.
Urdha dan Abraham semakin terkejut dan di saat itu entah apa yang terjadi mereka hanya bisa terdiam sejenak dan di saat itu tidak ada lagi yang di lakukan sampai membuat penderitaan saat ini semuanya bisa di lakukan jangan sampai membuat harapan menjadi nyata juga.