Bab 5

993 Words
Urdha tersenyum dan dia merasa kalau kecemasan Anjani membuat dia gelisah, walaupun dia tidak mendengarkan apa yang sudah di katakan demi kejadian semakin menderita juga. "Apa lagi Anjani? Jangan memikirkan yang tidak-tidak, saat ini pikiranmu hilangkan saja tentang itu semua akan baik-baik saja jangan khawatir aku bilang."  "Tapi Urdha, aku sangat yakin kita sedang di ikuti oleh seseorang yang tidak di kenal saat ini sampai aku bingung harus bingung untuk mengatakan kepadamu!" Ucap Anjani sedikit kesal dengan apa di katakan suaminya itu. "Sayang... iya sudah maaf ya, bukan tidak percaya kepadamu. Sekarang jangan memikirkan yang membuat dirimu semakin tidak tenang juga." "Iya Betul Nyonya, soal itu aku akan menjaga dan menyelidiki apa yang terjadi tadi ya. Makan malam ini harus di jalani jangan merasa kalau setiap beberapa kejadian satu sama lainnya. Beberapa keadaan ini bisa di lalui sampai penderitaan juga." Ucap Abraham semakin meyakinkan Anjani yang panik saat itu juga. Urdha hanya penasaran apa yang di rasakan istrinya itu benar adanya juga. Dia hanya berpikir akan terus melakukan begitu pertahanan satu perjuangan di sini telah ada. Sesampai di restoran itu Abraham membuka pintu mobil, "Silakan Nyonya." "Sayang, kamu duluan saja masuk ke dalam nanti sudah di arah dengan pelayannya, oke sayang." Ucap Urdha. "Iya Nyonya, silakan masuk dulu jangan khawatir akan segera masuk." Ucap Abraham yang saat ini masih memikirkan kejadian satu sama lainnya. Setelah itu Anjani masuk ke dalam dia begitu sangat kagum dengan apa yang di siapkan oleh suaminya dan saat ini menjadi beberapa kejadian tadi sudah hilang begitu saja dan membuat kejadian tersebut berjalan dengan lancar. "Waahh... Urdha sengaja sekali mempersiapkan sebagus ini, dia begitu romantis juga." Ucap Anjani di dalam hatinya yang terus berjalan masuk dengan restoran yang sudah ada live music. Rasa kagum itu terlihat sangat baik pula kejadian satu sama lainnya, berjalan dengan baik pula keadaan ini masih berjalan dengan baik.  Suasana di dalam Anjani sedang duduk menunggu kedatangan Urdha dengan wajah begitu bahagia dan saat ini telah berjalan dengan baik. "Sayang, maaf ya sudah menunggu aku merasa kau begitu menjadi berarti jika mendapatkan sesuatu itu. Aku memberikan ini sesuai dengan konsep di inginkan, sampai lah Abraham yang bisa mewujudkan dan mempersiapkan semuanya. Bagaimana apa kau suka?" Tanya Urdha yang saat ini masih terus berjalan satu sama lainnya juga. "Ya ampun sayang kaget aku dan saat ini aku merasa begitu bahagia dan juga jangan berpikir ada sesuatu hal yang harus kita jadikan beban juga di dalam diri ini bisa saja membuat keadaan tanpa penderitaan satu sama lainnya. Kalau setiap beberapa keadaan ini berjalan juga." Ucap Anjani ini bisa di lalui keadaan juga. "Aku bisa di lakukan kejadian satu sama lainnya. Harapan di sini telah banyak sekali beberapa kejadian. Kalau kau senang aku sudah bisa di lalui perjuangan tanpa keyakinan diri sampai mendalam satu sama lainnya. Harapan di sini bisa di bilang kejadian beberapa ingin membuat kau bahagia dan juga saat ini telah berada di dalam diri ini menjadi nyata." Ucap Urdha. Salah satu pelayan datang mengantarkan makanan yang begitu terlihat sangat mewah dan juga di dalam diri ini menjadi nyata juga berjalan satu sama lainnya. Harapan kalau semuanya berada di dalam satu keyakinan diri menjadi kekuatan tanpa menjadi nyata juga. Kalau setiap beberapa ingin masih bisa di lakukan perjuangan sampai harapan di sini juga. "Selamat malam ini menu yang terbaik di restoran kami di sini, kalau begitu selamat menikmati makan malamnya, dengan live musik akan  membuat Nyonya dan Tuan bisa betah." Ucap Pelayan tersebut dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Di luar Urdha masih berbincang dengan Abraham sampai begitu mendalam juga bisa di lakukan kejadian satu sama lainnya. "Bos, apa yang di katakan Nyonya itu benar sekali, sebelum anda berdua keluar tadi aku sudah melihat seseorang yang sedang memantau di depan pagar sampai teriak memanggil sosok itu langsung pergi begitu saja dan saya pikir ada yang di pikirkan juga. " Ucap Abraham yang saat itu menjadi tidak tenang satu sama lainnya juga. "Hm... aku berusaha untuk membuat Anjani tenang dan juga tidak ada pikiran di sini bisa di lakukan demi kejadian mendalam satu sama lainnya. Kalau setiap permasalahan pasti ada orang yang tidak menyukai Anjani sampai mengikutinya."  "Sudah tenang saja, saya memang saat ini memutuskan untuk menunggu sampai selesai karena merasa tidak aman saja juga menyuruh anda saat ini masih terus berada di dalam keadaan tersebut juga." Ucap Abraham kepada Urdha yang telah menjadi satu sama lainnya. "Iya sudah aku mempercayai kau jangan sampai masalah lagi jika terjadi satu sama lainnya, kalau setiap permasalahan di sini bisa di lalui satu sama lainnya." Urdha berkata kepada Abraham juga. Saat ini masih bisa berjalan dengan baik pula kejadian tersebut bisa di lakukan tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya. "Bos, tenang sekarang masuk saja ke dalam kasihan nyonya sendirian di dalam kan, aku akan menunggu di dalam mobil sambil memperhatikan siapa yang akan masuk ke dalam tanpa di undang juga." Ucap Abraham yang saat ini masih di terima juga beberapa kejadian satu sama lainnya di  dalam diri ini berjalan juga. "Kalau setiap apa pun kejadian ini bisa di tentukan satu sama lainnya di harapkan tanpa memikirkan kejadian satu sama lainnya. Memang saat ini telah berjalan satu sama lainnya. Begitu membuat aku semakin yakin ada orang menjadi satu perubahan ini berjalan juga di dalam diri ini." Ucap Urdha yang langsung pergi meninggalkan Abraham. Abraham kembali masuk ke dalam mobil dan dia tidak sengaja melihat ada motor di belakangnya, dia semakin curiga dengan seseorang itu siapa hanya berdiri dan tidak melakukan apa-apa. "Buat curiga saja! Apa aku lihat dulu dan saat ini masih terus berjalan satu perubahan pada diri ini berjalan dengan baik satu persatu kehidupan memang bisa di lalui sampai begitu berarti dan juga aku harus mengikuti alur saja."  Abraham yang saat ini masih bingung memikirkan apa pun demi kejadian tadi, dia terus memperhatikan  apa pun menjadi beban di sini telah ada kekuatan berjalan demi keinginan Urdha yang saat ini telah menjadi beban  juga. Suatu kejadian ini bisa di tentukan harapan di sini, telah ada keadaan di sini bisa berjalan juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD