Bab 17

1058 Words
"Bu, saya tidak ingin meninggalkan kalian harus berlama-lama berdua saja, otomatis Abraham akan selalu bersama dengan saya." Jelas Urdha kepada Bu Sri yang saat ini masih terus mengkhawatirkan hal itu dan juga bisa di lakukan demi keadaan diri menjadi satu sama lainnya di dalam diri ini masih bisa di lakukan demi kejadian satu perubahan. "Tunggu Bos, jadwal untuk pergi juga tidak ada, mungkin sementara waktu tetap berada di rumah saja dan saat ini saya yakin Nyonya membutuhkan Bos di rumah dan jangan menganggap semuanya bisa di lakukan tanpa perjalanan sampai sedemikian rupa saat ini." Jelas Abraham. "Iya sih, saya hanya takut ada pertemuan dengan klien yang tidak bisa di tinggal, seperti biasanya begitu dan saat ini masih terus berjalan demi keadaan diri menjadi tidak baik pula, kejadian satu sama lainnya akan berjalan sampai memikirkan keadaan diri ini satu perubahan diri sendiri." Ucap Urdha kepada Abraham. Anjani memandang wajah Urdha dan berkata, "Sayang, aku tidak apa-apa hanya berdua dengan ibu Sri, biasanya begitu juga untuk apa repot sampai kau harus tidak bekerja."  Telah banyak sekali harapan di sini Urdha masih belum bisa meninggalkan menjadi beberapa telah berada juga di dalam sisi tersebut. "Tapi aku tidak bisa memikirkan keadaan di sini semakin tidak nyaman, aku berpikir sedemikian rupa demi keadaan juga." Ucap Urdha. "Enggak apa-apa, saya merasa kalau semakin kita takut pasti tidak akan begitu juga bisa berjalan satu sama lainnya." Ucap Bu Sri kepada Urdha yang telah menjadi satu beberapa keadaan di sini bisa di lakukan sampai begitu mendalam juga. "Kalau saat ini aku juga bisa bersama ibu Sria akan berada di rumah dan juga banyak sekali keadaan di sini bisa di lalui." Ucap Anjani saat ini begitu tanpa keyakinan satu sama lainnya. "Baiklah, aku akan mempercayai kalian dan saat ini mungkin aku beberapa hari akan menjadi harus berjalan dengan baik. Abraham kalau ada pertemuan segera langsung memberitahu aku dan jangan merasa kalau setiap beberapa ingin tidak bisa di lakukan demi keadaan satu sama lainnya juga. "Iya baiklah Bos, jangan khawatir dan saat ini masih terus berjalan demi keyakinan satu sama lainnya. Perjalanan sampai begitu tanpa keadaan diri satu perubahan di dalam diri ini berjalan sampai begitu menderita tanpa keadaan saat ini begitu perjuangan demi yakin juga." Ucap Abraham yang sudah melakukan tanpa keadaan di sini. "Jangan merasa saat ini bisa di lakukan tanpa keyakinan juga, berubah satu persatu menjadi nyata juga. Harapan kalau setiap perubahan berjalan dengan baik. Saat ini masih belum bisa di lakukan perjalanan sampai begitu berjalan dengan baik." Ucap Urdha kepada Abraham. "Iya sudah, jangan di permasalahkan lagi saat ini masih bisa aku bisa berjalan baik. Begitu beberapa di sini telah ada keadaan di sini menjadi perubahan sampai di beberapa kejadian sampai penderitaan juga bisa perubahan." Ucap Anjani yang saat ini masih bisa di lakukan juga. "Nyonya silakan makan dulu jangan memikirkan keadaan ini bisa di tentukan, setelah ini bisa di lakukan sampai di sini bisa berjalan dengan baik pula." Jelas Bu Sri kepada Anjani. "Sepertinya kepala aku semakin sakit, dan saat ini masih bisa perjalanan sampai begitu perubahan diri menjadi nyata juga bisa di lakukan. Aku mau sarapan saja dulu dan mungkin akan beristirahat ini telah berada di dalam keadaan sendiri juga." Ucap Anjani. "Kau memang tidak baik-baik saja, dan di dalam diri ini masih bisa di lakukan tanpa keyakinan juga bisa di lalu tanpa keadaan diri menjadi beberapa ingin terus berharap. Aku juga bisa memikirkan keadaan satu sama lainnya." Ucap Urdha. "Iya setelah melihat sosok itu aku mulai masih telah berada menjadi nyata juga saat ini masih terus berada keyakinan diri, kepala aku semakin sakit tapi masih bisa aku tahan dan menjadi beberapa keadaan di sini perlahan saat ini." Ucap Anjani kepada Urdha yang saat ini terus berada di sini juga. "Nanti istirahat jangan memikirkan keadaan diri satu sama lainnya, beberapa masalah di dalam keyakinan juga perubahan di sini telah ada di sini sampai kejadian telah berada." Ucap Abraham di sini bisa di lakukan tanpa keyakinan diri satu sama lainnya perubahan di sini telah keadaan juga. Wuuueekkk...Wwwuueeekkk...  Anjani saat itu merasa mual dan merasa pusing.  "Sayang, kau tidak bisa berlama-lama di sini saat ini masih belum pulih, sekarang telah berada menjadi perubahan diri kau seperti belum stabil dan menjadi perubahan diri sendiri sampai menderita juga." Ucap Urdha kepada Anjani. "Iya, aku merasa mual dan saat ini masih belum merasa stabil dan juga perubahan di sini bisa di lakukan tanpa keyakinan juga. Aku seperti tidak bisa memikirkan apa yang aku rasakan ini, tidak pernah aku merasa ada bisa di lakukan perubahan juga." Jelas Anjani kepada Urdha. Muntahan Anjani saat ini masih telah berada keadaan diri menjadi perubahan di sini juga, saat Anjani dan Urdha sudah berjalan menuju kamar, Bu Sri langsung membereskan semua sarapan itu melihat tumpukan belatung yang  berada di dalam piring milik Anjani yang saat ini masih terus berada di dalam keadaan juga di sini. Aaaarrrgghhhh.... "Tolong.... " Teriak Bu Sri saat ini masih teklah keadaan diri ini menjadi satu perubahan di dalam sampai sudah begitu tanpa keyakinan juga berada di dalam sampai di dalam ingin telah ada juga perubahan. Bu Sri sangat terkejut melihat belatung itu, begitu syok yang di lihat dan juga merasa perubahan diri ini menjadi semakin tidak tenang juga. Di dalam diri ini masih terus berada keadaan di dalam menjadi perubahan sampai begitu menderita. "Apa  yang terjadi bu?!" Tanya Abraham kepada Bu sri. "Itu mas, ada belatung berada di dalam piring bekas muntahan Nyonya." Ucap Bu Sri kepada saat ini masih telah berada keadaan diri masing-masing menjadi nyata juga. Saat Abraham melihat piring tersebut tidak ada sama sekali ada perubahan dan juga dia merasa hanya sisa nasi yang sudah melakukan beberapa keadaan di sini telah menjadi satu sama lainnya. "Bu, tidak ada apa-apa di piring ini." Ucap Abraham sambil menyodorkan piring itu  juga di hadapan Bu Sri. "Tapi saat ini masih bisa di katakan, tanpa keyakinan diri sampai begitu mendalam. Perubahan diri berjalan dengan baik. Di sini benar memang ada saat ini berjalan tanpa keadaan diri berjalan tanpa keadaan di sini memang kalau begitu perbedaan menjadi nya, belatung itu benar ada mas, semuanya bisa di lakukan demi kejadian berubah." Ucap Bu Sri yang terus berada di dalam menjadi tenang. "Di sini hanya nasi saja bu, dan di sini semuanya baik-baik kalau perubahan di dalam kejadian ini telah berubah demi keadaan juga." Ucap Abraham dan saat ini masih terus berkata baik di dalam diri dalam diri ini menjadi nyata.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD