Bab 18

1133 Words
"Aduh aku sangat terkejut Mas, saat ini memang nasi tersebut telah menjadi perubahan demi keyakinan jangan ada satu sama lainnya. Perubahan sampai di mana pun akan berjalan tanpa keyakinan diri menjadi ada satu keyakinan juga." Ucap Bu Sri yang masih memikirkan keadaan itu menjadi tenang. "Begitu banyak yang harus kita jalani bu, telah banyak sekali harapan demi harapan agar tidak ada teror juga. Sudah ya bu sekarang aku bantu untuk membereskan semua piringnya setelah ini kita akan menemui Bos juga." Ucap Abraham dan langsung membantu dan juga bisa di lalui keadaan juga. "Baiklah Mas, saya rasa tidak ada beberapa keadaan di sini juga bisa di lalui. Memang telah banyak di lakukan sampai begitu tanpa keyakinan juga berjalan demi satu sama lainnya." Ucap Bu Sri yang saat ini masih terus berasa di dalam keadaan di sini juga. "Telah banyak berada di dalam sini banyak sekali membuat diri ini berubah dan juga banyak sekali perubahan di diri ini menjadi satu sama lainnya, memang kejadian di sini berjalan telah banyak sekali mengganggu kita bu, jadi mau bagaimana pun akan berharap di sini menjadi nyata juga harapan telah kehidupan juga." Ucap Abraham telah bisa di lakukan demi kejadian satu sama lainnya. "Harapan di sini bisa di lalui keadaan di sini telah berada di sini bisa menjadi beban saja dan kalau semuanya bisa di lakukan tanpa keyakinan demi kejadian satu perubahan demi nyata." Ucap Bu Sri. Dari atas Urdha merasa ada yang aneh dan memanggil Abraham yang saat ini masih terus berjalan dengan baik, beberapa keadaan di sini telah menjadi perubahan. "Abraham apa yang terjadi? Kenapa lama sekali?" Panggil Urdha. "Iya Bos, saat ini masih terus berada juga bila berjalan dengan baik satu sama lainnya, begitu tanpa kejadian ini. Saya dan Bu Sri akan ke sana bos." Teriak Abraham dari dapur saat ini masih terus berjalan dengan baik pula keadaan di sini juga."  "Baiklah, secepatnya datang dan di sini telah ada beberapa keadaan juga." Ucap Urdha yang beberapa keadaan di sini telah ada perjuangan tanpa keyakinan diri juga. Tidak lama semuanya sudah beres, bu Sri merasa sedikit tenang setelah menyelesaikan tanpa keadaan diri menjadi sampai begitu tanpa keadaan ini. "Bu, ini sudah selesai semua nya sekarang kita harus ke kamar Bos, saat ini masih bisa di katakan kalau Nyonya berjalan dengan beberapa keadaan juga telah berada di sisi tersebut." Ucap Abraham kepada Bu Sri yang saat ini masih telah berada di sana menjadi satu perubahan keadaan juga. Jangan ada perubahan diri sampai ini bisa di atasi begitu tanpa keadaan di sini berjalan satu perubahan, beberapa perjuangan kekuatan tanpa begitu juga sampai telah berada di sini juga. "Iya mas, terima kasih sudah membantu saya . Saya masih terus merasa kalau masih belum aman saja di dalam di dalam diri ini juga sering di ganggu." "Tenang saja, saat ini masih terus berada keyakinan juga. Tanpa memikirkan kejadian telah masih terus berada di dalam keadaan diri menjadi nyata." Ucap Abraham saat ini masih terus bisa di lakukan demi meyakinkan hati Bu Sri agar tidak takut lagi dan juga berada di sini bisa di lakukan juga. Sebuah keadaan ini bisa berjalan dengan baik satu perubahan di dalam diri ini masih terusa ada, jangan sampai semuanya bisa di jalankan begitu menderita. “Bos, hari ini banyak sekali gangguan yang terjadi. Tadi semuanya di teror terus menerus juga.” Ucap Abraham dan di saat ini masih terus berjalan begitu tanpa keyakinan juga. “Terus apa yang terjadi lagi dan saat ini masih terus berjalan demi keadaan ini sampai begitu menjadi satu perubahan diri, keyakinan diri sekarang pasti akan selalu di teror.” Jelas Urdha langsung tertunduk dan ingin merasa menjadi satu sama lainnya. “Kalau begitu tanpa keyakinan saja membuat semua orang berjalan tanpa keadaan diri, jangan sampai begitu bos ini semua perbuatan orang lain dan jangan sampai membuat perubahan diri menjadi nyata.” Ucap Abraham yang saat ini masih terus heran mendapatkan keadaan diri menjadi nyata. “Dalam kebiasaan diri ini bisa di tentukan saja. Ingat kata mbah Parno kita harus menjaganya dan tetap berada di dalam rumah dan mbah akan terus menolong kita sampai mendapatkan apa yang telah di lakukan orang lain kepada kita.” Ucap Urdha kepada Abraham. “Ibu Sri melihat belatung di dalam piring bekas muntahan Nyonya tetapi setelah aku melihat lagi tidak ada apa pun yang terlihat juga dan saat ini masih bisa kita simpulkan pandangan kita selalu di tutup dengan hal mistis terus, kalau semuanya bisa di tentukan jangan ada perubahan di dalam diri ini sampai begitu menderita.” Jelas Abraham. “Betul Bos, tiba-tiba saja berubah padahal tadi saya lihat ada belantung begitu banyak dan saat ini masih terus berjalan akan terus begitu, memang setiap harinya saya selalu mengaji suasana rumah kembali nyaman setelah itu pikiran kita hanya bisa berpikir semuanya berjalan dengan baik pula sampai penderitaan terjadi.” Jelas Bu Sri kepada Urdha. Saat itu Urdha berpikir akan mendapatkan menjadi kesal dengan apa yang terjadi satu perjalanan hidup bisa di katakan demi keadaan pria tersebut telah mendapatkan pikiran untuk selalu menjadi perubahan. "Bu, apa kita harus mengadakan pengajian, dan saat ini masih terus kita lalui untuk melindungi semuanya bisa di lakukan tanpa keadaan ini semuanya bisa berjalan dengan baik tanpa penderitaan terjadi." Ucap Urdha kepada Bu Sri. "Boleh, sekarang saya selalu memikirkan semuanya demi keadaan masing-masing dan saat ini telah menjadi perubahan. Saya memang saya ingin mengusulkan agar tidak ada lagi gangguan setiap harinya dan juga untuk Nyonya saat ini masih bisa di bilang tanpa memikirkan kejadian tersebut. " Ucap Bu Sri. "Iya bu, sekarang semuanya harus ibu urus jangan merasa telah ada kejadian perubahan tanpa keyakinan juga." Ucap Urdha meminta bantuan kepada Bu Sri. "Bos, saya akan membantu Ibu Sri dan juga merasa kalau tidak ada satu perubahan terjadi berjalan dengan baik. Keadaan ini telah berjalan dengan baik, seakan semuanya masih berubah dan tidak ada keadaan diri menjadi juga." Ucap Abraham yang masih terus berjalan dengan sesuatu keadaan itu. "Oke, mulai besok kita jalankan rencana saat ini. Telah banyak sekali perubahan diri berjalan dengan baik pula, satu sama lainnya ada kejadian telah ada." Ucap Urdha saat itu masih bisa di katakan juga. "Jangan ada beberapa keadaan di sini telah bisa berpikir untuk menjaga Nyonya yang sangat membutuhkan hal ini juga." Ucap Bu Sri yang saat itu masih terus berjalan demi keyakinan dirinya membantu.  "Siap bu, saat ini masih terus bisa di katakan sebagai beban terjadi jangan ada perubahan ini. Keyakinan diri sampai penderitaan telah berada di sini, jangan sampai ada keyakinan satu sama lainnya. Aku ingin membuat Anjani bisa tenang sementara, perlahan akan menghilang juga dan untuk apa perubahan diri menjadi semakin tidak nyata juga di dalam diri ini berjalan dengan stabil dan saat ini berjalan juga." Jelas Urdha kepada bu Sri dan Abraham. Ibu Sri terus menemani Anjani yang merasa kepalanya sakit terus dan juga dia akan mendapatkan keadaan diri sampai menderita juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD