Ada apa, sayang, kamu terkejut? Kamu pikir mama nggak tahu soal itu? Leher Lana naik turun. Parasnya berubah pucat kaku macam melihat hantu. Tatapan wanita itu menusuk macam belati. Pukulan demi pukulan rasa malu seolah menghantam wajah Lana. "Mama lebih tahu dari siapapun, sayang. Mama bukan bersenang-senang di luar negeri dan menghabiskan ribuan dolar. Justru sebaliknya, mama memantau." Martha mengambil seteguk dari gelas teh. "Tapi tenang aja, ini cuma informasi yang digali untuk kepentingan mama sendiri. Danu belum tahu apapun. Darrel juga belum tahu kalau mama tahu." "T-tapi..., kenapa mama masih mau menerima saya?" ucap Lana dengan napas tertahan. Gelagat kakunya memicu gelak ringan si nyonya. "Oh, why not? Yang terpenting Darrel mau menikah. Mau segera punya keturunan, lalu na

