Menteri Anuva menurunkan kaca mobil dan menatap rumah Kapten Eran dari kejauhan. Matahari belum terbit, namun rumah itu sudah memendarkan cahaya lampu dari beberapa jendela. Bayangan seorang perempuan mondar mandir, tampak memulai kesibukan sebelum pagi menjelang. Menteri Anuva mengeluarkan sebuah benda persegi dari kantong bajunya, seperti sebuah remote control. Lalu menekan sebuah tombol. Nampak kubah berwarna biru dengan aliran garis-garis biru tua melingkupi seluruh rumah Eran. “Perimeternya bekerja dengan baik,” ucap sopir di depannya, yang juga ikut mengamati kubah yang tampak tenang, tanpa gangguan. Bila ada celah, maka akan terbentuk seperti retakan dan garis-garis biru tua itu akan bergerak cepat. “Ya, aku bisa melihatnya,” ucap Menteri Anuva lalu memencet tombol yang sama dan

