Alia baru saja keluar dari balik daun-daun tomat dengan kepala mungil berkepang dua. Ayahnya, baru saja datang dari kota. Alia mengenali suara pintu mobil yang ditutup, suara pintu mobil ayahnya yang sudah nyaris lepas engselnya. Kabarnya dia membawa banyak bibit untuk kebun hidroponik mereka. “Aliaaa, kamu di mana?” teriak ayahnya di pintu greenhouse mereka. Alia mengendap keluar sembari menggenggam sesuatu di tangannya. Sebuah kalajengking mungil yang baru ditemukannya di antara pot. “Aku di sini.” Christoff menyusuri rak-rak kebun hidroponik, meyakini pasti tak lama lagi akan dikejutkan oleh putri sulungnya itu yang tahu-tahu akan keluar dari sela-sela rak dengan tubuh mungilnya. “Aliaaa … kau pasti ingin tahu apa yang kubawa untukmu.” “Baaaaa!” Christoff pura-pura terkejut ketik

