Mata tajam pak Mahmud tertuju kepada keponakan nya yang tiba-tiba datang dengan menggandenga tangan wanita. Ini adalah kali pertama Ricky membawa gadis ke sebuah acara, terutama acara yang di hadiri oleh orang tuanya juga. Dia memang seorang play boy, tetapi tidak pernah membawa satu pun kekasihnya ke hadapan orang banyak seperti saat ini. “Kak Susan, lihat putramu, dia sepertinya sudah siap dengan pasangannya.” pak Mahmud meneriaki kakak perempuannya. Merasa di panggil, Susan dan Damar menoleh ke arah adiknya. Di sana mereka berdua sudah bisa mengenali siapa yang di bawa oleh putranya. Senyum langsung mengembang dari bibir Susan berjalan mendekati keduanya. “Apa kabar, nak?” senyum manis yang seakan menjadi hujaman pedang. Nova tidak bisa bernapas beberapa detik karena merasa tercekik

