Bukan mimpi

1032 Words

“Aku merindukan mu.”   Gia memang lelah dan juga sangat lemas, tapi dia tidak mati rasa dan tuli tiba-tiba. Hanya saja dia masih tidak memiliki kepercayaan diri untuk membenarkan apa yang dengar dan di rasakan. Dia lebih menganggapnya hanya mimpi, karena Gia merasa jika untuk nyata itu tidak mungkin.   Dia melanjutkan tidur, karena memang masih gelap di luar. Dan orang yang memeluknya itu juga tidak melakukan hal lain selain diam dan entah itu benar mimpi atau nyata.   Pagi hari saat Gia bangun, dia tidak mendapati siapa pun di tempat tidur yang sama dengan nya. “Ah, ini pasti mimpi.” itulah yang di katakan oleh Gia dalam pikirannya.   Sangat tidak mungkin jika suaminya berada di sini dan tidur bersamanya menghabiskan malam.   Tapi tunggu, itu bukan kopernya. Koper berwarna hi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD