zarael siap-siap untuk pindah kedunia manusia sementara dan membangun bisnis dengan bantuan keempat temannya calon beta , delta , dan gamma , sekarang mereka berempat datang ke ruang singgahsana untuk menghadap sang alpha
mereka akan ditempatkan ke london oleh sang alpha , mereka berempat sungguh terkejut karena pindah ketempat yang jauh dari asal mereka . zarael memenuhi permintaan ibunya dan ayahnya untuk pindah kedunia manusia , bagaimanapun juga zarael tau itu pasti yang terbaik untuk mereka berempat
Selain itu alasannya zarael mau kesana karena alpha dan luna memberi taunya kemungkinan besar ia akan bertemu matenya disana walaupun tidak tau kapan itu , alasan klasik hmm , zarael yang mendengar alasan itu tentu langsung semangat dan ingin cepat kedunia manusia yang bernama london itu
saat ini zarael udah sampai dilondon dan lansgung menuju apartement yang akan ditinggalinnya bersama keempat sahabatnya , zarael daftar ke sekolah yang tidak jauh dari apartementnya walaupun zarael tau itu sekolah biasa tidak elite yang elit sangat jauh dari apartementnya alasan itu cukup untuk membuat zarael tidak mau mendaftar ke sana
"kalau yang elit terlalu jauh, nanti di lama perjalanan terus zarael jadi sering terlambat" itu lah alasan zarael kalau ditanya mengapa mengambil sekolah yang standart saja? Bukannya dia anak orang kaya?
zarael sangat serius belajar didunia manusia sama seperti sahabatnya yang lain dan zarael juga membuka sebuah stand kecil-kecilan untuk awal dari perusahaannya nanti , zarael juga mempunyai prinsip 'zarael harus pintar agar matenya tidak malu untuk menjadi milikinya'
Zora saat ini sedang memilih apartement bersama jhose si anak orang kaya , bukan zora yang ingin membeli apartement tapi jhose alasanya karena zora tidak mau tinggal di rumahnya jadi harus tinggal di apartement yang akan jhose beli karena jhose tidak mau zora tinggal jauh dari jangkauannya
"Aku pilih apartement ini" ujar zora setelah melihat apartement sederhana dan minimalis
"Kecil sekali! Pilih lah yang besar!" Omel jhose
"Jangan cerewet! Terserah aku mau pilih yang mana! Jangan mentang-mentang kau mempunyai uang banyak!" Jawab zora dengan nada dingin
"Pilih lah yang besar agar aku bisa menginap disini!" Ujar jhose yang semakin sewot
"Tidak! Aku nyaman disini! Aku tidak mau berutang budi denganmu lagi! Uang sewa apartement ini akan aku cicil ke kau" ujar zora
"Kau tidak perlu membayarnya" ujar jhose cepat
"Tidak! Aku akan tetap membayarnya , jika kau tidak menerimanya jangan harap aku mau menemuimu lagi sampai kapanpun!" Ancam zora yang membuat jhose mengalah
"Lagi pula yang kau pakai itu uang orang tuamu bukan uang kau sendiri" ujar zora pelan
"Apa?" Tanya jhose yang tidak mendengarnya
"Temani aku mencari kerja" ujar zora
Jhose dan zora mencari-cari kerja dimanapun , zora bersikukuh mencari pekerjaan , zora tidak mau hidupnya selalu di bantu oleh jhose dan terlalu bergantung sama dia . Walaupun zora tau dulu waktu ia masih kecil ia selalu bergantung kepada orang tuanya dan selalu manja kepada orang tuanya , sekarang zora sendirian dia tidak tau dimana orang tuanya ataupun tempat dia tinggal
"Willi lihatlah caffe asia itu mencari karyawati" ujar jhose
"Doakan aku semoga diterima" ujar zora yg setelah melihat caffe asia yang artinya menyajikan makaman khas asia , jhose dan zora tau caffe ini hanya satu-satunya yang mau manyajikan masakan asia di negara rasis seperti ini
Zora dan jhose masuk ke dalam caffe itu dan langsung bilang ke pelayan jika mereka ingin bertemu menejer caffe itu untuk interviwe , pelayan itu langsung menuntun jhose dan zora untuk pergi ke ruang khusus menejer
"Kalian tunggu disini saja yaa , nanti menejer akan memanggil kalian" ujar pelayan wanita itu ramah
"Boleh aku meminta cappucino hangat?" Tanya jhose
"Maaf sir , menejer tidak suka jika ada orang yang minum d ruangan ini , karena ini ruangan kesukaan menejer" jawab pelayan itu dengan suara lembut
"Ooh begitu , ya udh gak apa-apa" jawab jhose
"Ini orang yang mau interviwe kan?" Tanya seseorang di balik pintu
"Iya sir" jawab pelayan itu
"Ya udah kau keluar , aku yang akan ambil alih d sini" ujar lelaki itu
"Jhose?" Tanya lelaki itu setelah tau siapa yang akan interviwe
"Victor?" Ujar lelaki itu tidak percaya yang di lihatnya
"Apa kau bangkrut?" Tanya victor
"Tentu saja tidak! Aku di sini mau menemani adek baruku" ujar jhose
"Adek baru? Dasar playboy!" Ujar victor
"Victor ini willi , willi ini victor temanku" ujar jhose yang mrngalihkan pembicaraan
"Hai--" victor tertegun melihat zora yang begitu cantik dan manis walaupun badannya kurus tapi tidak mempengaruhi kecantikannya
"Dari ras apa dia? Tanya victor ke jhose
"Rasis!" Ujar zora pelan walaupun masih dapat di dengar oleh keduanya
"Ha?" Victor memerengkan kepalanya
"Ehem manusia ehem" ujar jhose seperti kode ke victor
"Eh maksudku rumahnya di daerah mana? Bukan bermaksud rasis tapi di restaurant kami wajib memberi tempat tinggal yang jelas , kami tidak rasis kok buktinya pekerja saya dari mana saja dan beragam macam kulit" ujar victor meluruskan apa yang dia bilang
"Oh begitu , ya udh kapan saya diinterviwe?" Tanya zora ke victor
"Ehem kamu saya terima , karena saya yakin seratus persen orang pilihan jhose tidak akan bermain dalam bekerja" ujar victor
"Jadi saya di terima?" Tanya zora yang hampir senang
"Iya , saya terima . Ini baju seragam di sini" ujar victor yang mengeluarkan satu dus tv tabung yang besarnya 21inc berisi baju seragam di cafe itu yang membuat jhose dan zora terkejut
"Banyak sekali... apa ini gratis?" Tanya zora
"Ini pakaian adat dari seluruh negara asia , kita menyajikan masakan asia sudah pasti kita harus memperkenalkan budayanya juga kan? Di dalam sini juga ada jadwalnya pakaian apa yang akan kau pakai . Besok jangan telat yah , kita buka 24jam jadi jika besok kau masuk maka besoknya lagi kau libur dan lusanya kau masuk begitulah seterusnya" jelas victor
"Oh begitu , baiklah" ujar zora mengerti
"Untuk gaji , per harinya akan aku kasi 50 dollar . Kau boleh mengambil seminggu kemudian atau juga mengambil perhar" jelas victor
"Baiklah , terima kasih banyak Mr. ..." ujar zora yang bingung mau panggil apa , zora tau victor itu bukan nama belakangnya jadi dia sangat segan untuk memanggil nama depan
"Victor saja , jika jhose menganggap kau adik artinya kau adikku juga" ujar victor
"Baiklah Mr. Victor" ujar zora
"No! Jangan pakai Mr. Just victor" ujar victor
"Baiklah Victor" ujar Zora
TIME SKIP
Udah 5 tahun lamanya setelah zarael pindah kedunia manusia , zarael menjalani bisnis membuat smartphone dan alat-alat elektronik canggih lainnya dan zarael sukses menjalani bisnisnya . karena bisnisnya terkenal dan sangat sukses dia digelar pengusaha termuda dan tertampan didunia
yap siapa sangaka zarael yang dulu kurus dan kecil sekarang berbadan sixpack dan berisi tapi zarael tetap lah zarael yang jail dan childish
zarael juga sudah mendapatkan serigalanya setahun yang lalu dan dia bernama EGERTON
sekarang zarael udah tamat sekolah didunia manusia saat ini zarael sedang dalam perjalanan ke london untuk pergi mengajar di salah satu fakultas di sana , zarael juga mempunyai jadwal bertemu alpha dari guardian pack yang meminta bantuan ke padanya yang berperan sebagai alpha king atau raja dari para alpha
DILAIN TEMPAT
Jhose dan zora sekarang dalam perjalanan ke tempat kuliah mereka , zora juga ikut kuliah setelah di paksa jhose , alasan jhose memaksa zora untuk ikut kuliah karena jhose tidak ada teman untuk berangkat bersama , lagi pula tempat kuliah mereka di daerah terpencil dan pemilik tempat kuliiah itu adalah teman jhose
Zorapun terpaksa mengiyakan permintaan jhose karena zora tidak mau diganggu saat kerja yang membuat dia kena marah sama seketaris Mr. Victor . Zora sepanjang perjalanan hanya bisa diam mendengarkan celotehan jhose yang bercerita betapa serunya kuliah itu
Saat sampai zora di sambut dengan teriakan hiteris dari para wanita , zora mengira yang di teriakan itu adalah jhose ternyata salah bukan jhose yang di terikan tapi seorang lelaki tampan tidak bukan seorang tapi 4 lelaki tampan keluar dari limousin hitam elegan . Menurut zora cukup tampan dan zora sedikit tertarik kepada seseorang yang berambut coklat yang terlihat seperti pemimpin diantara mereka
"Siapa mereka?" Tanya zora ke jhose dan mata zora tidak bisa lepas dari pegerakan lelaki berambut coklat itu
"Kau akan tau , lebih baik kita pergi" jawab jhose sedikit datar
"Baiklah" ujar zora dengan nada datar juga lalu pergi bersama jhose
akhirnya zarael sampai juga difakultas yang akan zarael pimpin dan mengajar di sana , zarael mengeluarkan earphone bluetooth ke telinganya agar teriakan dari para gadis centil itu tidak memecahkan gendang telinganya . Untuk kaum immortal seperti mereka indra-indra mereka sangat sensitif apalagi untuk seorang alpha king yang memang sudah turunannya jika indra mereka lebih peka dari kaum werewolf yang lain
zarael lihat seorang warior yang ditugaskan untuk mengawal mereka berempat , zarael memanggil warrior itu dan menyuruhnya pulang agar mereka tidak terlihat terlalu mencolok dan mengundang musuh untuk mengincar mereka berempat . Alasan lainnya adalah zarael hanya mau terlihat seperti rakyat biasa bukan dari kalangan atas
"Kau bodoh atau gimana? Kau baru saja keluar dari limousin sudah pasti kau dari kalangan atas!" Ujar egerton lewat mindlink
"Diamlah!" Jawab zarael yang merasa malu
"peter kira-kira pack dari guardian pack sudah tau kalau kita jam 3 sore nanti akan datang kesana?" tanya zarael ke peter betanya sambil mengalihkan perhatian egerton
"sudah alpha saya sudah memberitau alpha guardian pack kalau kita sedang berada di kampus dan akan tiba ke sana jam 3 sore" jawab peter sopan
"peter , dion , tris ada yang aku mau tanyakan sama kalian" seketika raut wajah zarael menjadi serius yang menandakan ada hal penting yang mau dia tanyakan
DION DRIOPART HAR seorang delta sekaligus kepercayaan zarael bisa dibilang sahabat zarael karna zarael gak suka membanding-bandingkan status seseorang
TRISTIAN WILLI BALOR seorang gamma sekaligus kepercayaan zarael sama seperti dion dan peter tris juga merupakan sahabat zarael
mereka berempat gak pernah memanggil zarael dengan sebutan alpha kalau sedang berada diluar pack house dan di pack
"mau tanya apa alpha?" tanya dion dengan raut wajah tak kalah serius
"hmm apa aku sudah terlihat semakin tampan?" tanya zarael yang membuat dion , peter dan tris terbengong
"what the f..." batin dion menggerutu
"alphamu itu sunggu aku ingin mencakar wajahnya" ucap wolf dion alex
"untung alpha kalau tidak udah aku tinju wajahnya" batin peter
"cakar saja mukanya" ucap wolfnya peter jack
"what the hell cuman mau tanya gitu sampai seserius itu?" batin tris
"sial aku kira ada hal yang penting! dia sama serigalanya sama saja" ucap wolfnya tris drew
dan serempak mereka menganggukan kepala membenarkan ucapan wolfnya dan zarael melihat itu tersenyum puas karena mereka mengakui ketampannya dan dia siap untuk masuk ke kampus padahal mereka menganggukan kepala karena ucapan serigala mereka
"kau tau zarael pertanyaanmu itu sunggu membuat aku malu dan aku gak tau kalau kau akan menanyakan itu . sungguh aku seperti menyesal mendapatkan manusia sepertimu zarael" ucap egerton wolfnya zarael
"diam lah egerton . mereka juga setuju akan ketampananku" ucap zarael membalas mindlink dari egerton
egerton menggeram sebentar lalu memutuskan mindlink dengan zarel , zarael terkekeh geli melihat wolfnya yang sensitif itu seperti wanita yang sedang datang bulan
"oh ya udah come'on my best friends" ucap zarael yang dijawab anggukan ketiga sahabatnya
selama dalam perjalan menuju ruang dosen mereka selalu mendapatkan pujian dari para wanita bahkan ada juga yang dari pria yang terkadang membuat mereka berempat geli sendiri
"ganteng banget yaa tuhan bahkan pacarku kalah gantengnya"
"buseet ganteng banget"
"so hot! minta nama sosmed dong"
"s**t! kalau aku ditawar pilih suami atau cowok itu yaa aku pilih cowok itu"
"mau pingsan rasanya , tangkap aku bang"
"dewa yunani pada turun dibumi ya?"
"terserah mau bilang aku apa yang jelas ganteng banget itu orang kalau aku diperkosa juga rela"
Kira-kira begitulah teriakan para kaum wanita yang membuat pusing mereka berempat . mereka werewolf jadi wajar mereka bisa dengar jeritan-jeritan itu walaupun jauh . pada umumnya werewolf bisa pendengarannya dengan jarak radius 5km dan penciuman sampai 10km
Saat sudah sampai pra dosen wanita langsung terkejut dan menganga melihat dosen-dosen baru itu sangat tampat dan sangat muda
"Maaf anda dosen baru disini?" Tanya seseorang yang baru masuk ke ruangan dosen
"Yap , kami semua adalah dosen baru dan pemilik kampus ini" jawab dion
"Oh eh silahkan duduk Mr. Runagan anda berempat disana , mari saya antar" ujar dosen lelaki itu
Mereka berempat di antar ke sebuah ruangan besar dan luas dan beda sendiri dari ruang dosen yang lain , fasilitas mereka juga tidak sembarang seperti yang lain
"Jika anada perlu sesuatu bilang kepada saya" ujar lelaki itu
"Baiklah , saya akan langsung emngajar ke ruang 3 di lantai 5 jurusan bahasa?" Ujar zarael dan sedikit ada nada bertanya di akhir kalimat
"Jurusan yang mempelajari seluruh bahasa didunia taun" ujar asistent kerja zarael , asisten zarael bukanlah manusia melainkan komputer yang bisa berbicara seperti siri google
"Oh begitu , ya sudah aku akan mulai masuk ke sana" ujar zarael tersenyum .