Zarael berjalan dengan gagahnya untuk menuju kelas yang akan dia ajar , dia mendapat tugas untuk menjadi guru di kelas bahasa . Zarael mendapatkan teriakan dari para wanita karena ketampanannya yang mempesona dan memikat , zarael hanya balas dengan senyuman agar dia tidak di katakan guru yang sangat sombong
Zarael masuk dan mendapati kelasnya masih kosong , zarael mulai kebingungan kenapa kelasnya tidak ada orang satupun didalamnya
"Permisi pak" ujar seseorang yang berada di ambang pintu kelas
"Ya?" Jawab zarael
"Bapak dosen pelajaran apa?" Tanya anak lelaki itu
"Saya bahasa" jawab zarael dengan tegasnya
"Maaf pak , anda salah kelas" ujar lelaki itu
"Jadi... ini bukan kelas bahasa?" Tanya zarael dengan nada sedikit malu
"Bukan pak , ini kelas matematika , yang masuk setengah jam lagi" jelas anak laki-laki itu
"Baiklah terima kasih" ujar zarael yang langsung meninggalkan kelas itu dengan wajah datar untuk menutupi betapa malu dirinya
"Sialan!" Guman zarael
"Ahahahahahaha dasar bodoh! Tampan saja kau lebihkan tapi kepintarannya tidak ada lebih" ujar egerton lewat mindlink
"DIAMLAH SERIGALA BODOH!" Ujar zarael
"Aku akan menertawakanmu sampai kau muak" ujar egerton yang menertawakan kebodohan zarael
"Serigala sialan! Kau berbicara saja sudah membuat aku muak!" Ujar zarael lalu memutuskan mindlinknya
DILAIN TEMPAT
Zora dan Jhose berjalan layaknya romeo dan juliet , setidaknya itulah yang menjuluki mereka karena Jhose dan Zora selalu berdua kemanapun mereka kecuali ke wc . Mereka satu jurusan itulah alasan mereka selalu berdua
"Hari ini ada guru baru loh yang mengajar" ujar jhose
"Oh , aku tidak peduli" jawab zora cuek
"Semoga saja gurunya seksi yaa" ujar jhose
"Dasar play boy! Ubahlah sikapmu itu sebelum karma datang kepadamu" ujar zora memperingati
"Tidak! Aku tidak mau berubah sebelum kau menjadi istriku" ujar jhose
"kita mempunyai mate! Apa kau lupa?" ujar serigala jhose , jack
"aku tau , tapi bukankah dia sangat menarik kalau menjadi milik kita?" tanya jhose bercanda ke serigalanya yang temprament
Tidak ada balasan dari serigalanya yang artinya serigalanya ngambek karena jhose sangat tertarik kepada wanita di seblahnya
Zora masuk ke kelasnya berdua jhose ynag mendapat lirikan tajam dari para penggemarnya jhose yang membuat zora muak , sudah berapa kali zora memberi tau para wanita itu jika dia sama jhose hanya sebatas kakak dan adik bukan pacaran atau yang lainnya
Zora mengambil duduk paling depan agar terhindar dari jhose biasanya jhose tidak mau duduk disampingnya jika ia duduk paling depan , jhose yang melihat itu langsung memasang wajah cemberut karena harus duduk terpisah dengan zora , jhose tidak akan mau duduk di depan alasannya dia tidak bisa tidur dan makan di dalam kelas
Kelas langsung diam seketika ketika dosen sudah datang tapi langsung bising karena suara para cewek yang berteriak , zora menutup kupingnya dan langsung mencari sumber yang membuat para gadis di dalam kampusnya berteriak tidak jelas
Zora terpaku ketika matanya bertemu mata biru yang indah di hadapannya , mata zora tidak bisa lepas dari mata biru laut itu . Jhose yang melihat zora terdiam dan pandangan zora hanya tertuju kepada dosen baru itu langsung merasa cemburu , jhose pindah tempat ke depan dan menyadarkan zora yang tertegun itu
"Zora!" Panggil jhose di telinga zora yang langsung di hadiahi tamparan dari tangan halusnya zora
"Apa-apaan kau!" Ujar jhose
"Kau menamparku?" Tanya jhose lagi
"Kalau ngomong jangan ditelinga orang , nanti gendang telingaku bisa rusak!" Ujar zora
"Kalian berdua jika masih mau berantem lebih baik kalian keluar dari tempat ini!" Ujar dosen yang di depan zora
"Maaf Mr!" Ujar jhose dan zora serentak
"Perkenalkan nama saya Zarael Yugra , saya dosen bahasa kalian . Jika kalian tidak suka dengan pelajaran saya kalian bisa pergi dari kelas saya , saya tidak akan melarangnya" ujar zarael tegas
"Untuk hari ini perkenalan saja biar tambah akrab ya" ujar zarael lagi
"Baik Mr.!" Ujar mahasiswa/i itu dengan senang
"Siapa namamu?" Tanya zarael kepada zora
"Jhose stuart friz" jawab jhose dengan senyum miring
"Aku tidak menanyakan namamu jhose , tapi wanita d sebelahmu" ujar zarael tajam
"Willi" ujar jhose singkat dan mendapatkan tatapan tajam dari zora seolah-olah berkata 'apa-apaan kau sungguh tidak sopan!'
"Sekali lagi bukan kau jhose stuart!" Ujar zarael geram
"mate! Mate! Mate!" teriak egerton tiba-tiba membuat zarael terdiam
"siapa? Dimana?" tanya zarael ke egerton
"dia! Dia! Yang bermata ungu!" teriak egerton
"apa? Aku kira mateku si jhose! Syukur kalau begitu aku takut dia yang menjadi mateku" ujar zarael
"apa kau gila?" Tanya egerton yang geli mendengar perkataan zarael
"Habis ini datanglah ke kantorku , kau memakai celana terlalu ketat" ujar zarael
"Apa!" Ujar zora seketika marah
"Apa? Kau mau marah mrs. Willi?" Tanya zarael
"Apa kau gila Mr.? Dia memakai celana biasa saja" ujar jhose membela jhose
"Biasa Mr. Seorang bitchy sepertinya memang suka memakai pakaian ketat untuk menggoda para lelaki Mr." Ujar fans jhose
"Apa Mr. Sengaja mempermalukan ku?" Tanya zora tajam
"Tidak! Tapi datang saja ke kantorku!" Ujar zarael yang langsung merasa bersalah
"Maaf saya izin untuk tidak masuk kelas Mr. Hari ini" ujar zora yang langsung pergi
"Jika ada apa-apa dengan willi , kita bawa ini ke pengadilan!" Ujar jhose , Pengadilan yang jhose maksud adalah pengadilan kerajaan
"Dia mateku! Sudah pasti suka-suka ku mau ngapain dia!" Ujar zarael tersenyum licik membuat jhose terdiam
zora keluar dengan santainya dari kelas , zora pergi ke uks bukan karena sakit tapi karena dia ingin sendiri membaca novel kesayangannya
Pelajaran zarael sudah usai , mereka tidak belajar hanya perkenalan dan membuat grup sosmed khusus kelas bahasa . Zarael mencemaskan zora yang tidak ikut masuk dalam pelajarannya dan zarael merasa sangat menyesal telah memperlakukan zora seperti itu
Zarael mencari zora kemana-mana bahkan keseluruh kampus , begitu juga jhose yang mencari keberadaan zora . Zarael sampai ke uks kampus dan melihat zora yang tertidur dengan buku yang menutupi wajah cantiknya
Zarael masuk dengan perlahan agar zora tidak terganggu tidurnya , zarael dengan perlahan mengambil buku yang menutupi wajah zora . Zarael memandang wajah zora dengan teliti mulai dari alis hingga ke bibir , zarael meneguk ludahnya dengan susah ketika melihat bibir zora
"Mr?" Panggil zora yang sudah sadar
"Eh- eummm kamu kenapa malah tidur di sini? Bukan kah saya udah bilang ke ruangan saya?" Ujar zarael yang cepat memperbaiki ekspresinya karena terkejut zora sudah terbangun
"Maaf Mr. Saya mengantuk dan akhirnya tertidur" ujar zora
"Baiklah , saya maafkan . Siapa namamu?" Tanya zarael
"Willi" ujar zora
"Baiklah sayang - eh maksudku willi , mulai besok kamu saya jemput dan antar" ujar zarael
"Ha? Emang Mr. Tau rumah saya?" Tanya zora
"Minta hp kamu" ujar zarael dan dengan polosnya zora kasi hpnya kepada zarael
Zarael mencatat nomornya lalu menelpon nomornya , setelah itu zarael membuat zora berteman dengan zarael di sosial media manapun yang zora punya dan semua itu tanpa diketahui zora . Setelah selesai zarael memberikan hpnya kepada zora
"Baiklah sekarang saya ada urusan lebih baik kamu pulang" ujar zarael yang langsung berdiri tapi sebelum pergi zarael mencium kening zora yang membuat zora teetegun dan semua itu di saksikan oleh jhose
"Woi!! Jangan cium anak orang sembarangan!" Teriak jhose yang langsung dihadiahi pelototan oleh kepala uks
"Jangan berisik!" Ujar kepala uks itu dengan tajam
"Kamu milikku willi! Ingat itu!" Ujar zarael di telinga zora yang membuat zora sepontan mengangguk lalu menggeleng berusaha memahami perkataan zarael
"Kau tidak apa-apa?" Tanya jhose ke zora setelah zarael pergi
"Aku tidak apa-apa , ayo pulang aku sebentar lagi masuk kerja" ujar zora yang melihat jam di tangannya
"Baiklah akan aku antar" ujar jhose
DILAIN TEMPAT!
Zarael sudah sampai di depan penthouse milik alpha guardian pack , guardian pack adalah salah satu kerajaan werewolf yang dipimpin oleh zarael . Dalam satu kaum ada satu istana utama atau istana raja dari alpha yang lain
"mau apa kalian kemari? apakah sudah diketahui oleh alpha?" tanya salah satu warior penjaga gerbang istana
"apa alphamu ada di dalam? kami sudah memberitaukan alpha mu" jawab beta peter
"sebentar aku akan bertana kepada alpha" jawab warior itu lagi sambil memindlink alpha guardian pack
"baiklah kalian boleh masuk . silahkan naik kereta yang kami sudah siapkan" ucap salah satu warior
"wah unik juga penyambutannya" guman delta dion
"sudah tradisi disini tuan untuk menyambut tamu kehormatan" jawab warior tadi dengan senyum ramah zarael dan yang lain cuman mangut-mangut tanda mengerti , mobil limousin yang dibawa oleh supir zarael di parkirkan , di pakiran khusus mobil
merekapun menaiki kereta kuda yang disiapkan . setelah mereka naik dengan benar keretapun dijalankan menuju pintu utama penthouse
sekitar lima menit kereta sampai diistana dan langsung disambut dengan para pelayan disana dan diatas tangga ada dua orang paruh baya sekitar umur 45tahun yang sebenarnya sudah berumur 350tahun
"selamat datang calon alpha king , bagaimana? kau suka dengan cara penyambutanku?" tanya seorang paruh baya tadi yang sebenarnya alpha disana
"Salam alpha TIAN RICT STUART dan salam untukmu luna BIANC WILLI STUART . saya sangat menyukainya dan saya merasa dihormati" jawab zarael
"hahahaha saya merasa sangat beruntung karena anda mengunjungi saya dan saya terkejut bila anda sangat tampan melebih dari yang saya bayangkan , saya yakin jika kamu bertemu mate mu dia sangat lah beruntung memiliki kamu" kata alpha tian yang dibalas senyuman oleh zarael
"oh dimana sopan santunmu alpha . silahkan masuk alpha zarael dan...." ucapan luna bianc terhenti karna belum tau nama yang lain
"oh alpha luna perkenalkan ini beta saya peter , delta dion , dan gamma tris" balas zarael sambil memperkenalkan peter , dion , dan tris
"salam kenal untuk kalian , silahkan masuk kalian semua" ucap luna bianc dengan senyumnya
"terimakasih luna bianc" jawab zarael sambil tersenyum ramah dan langsung mengikuti alpha tian dan luna bianc ke ruang kerja alpha tian
disitu sudah ada meja yang khusus diletakan untuk pertemuan ini dan sudah ada minuman yang disiapkan oleh pelayan
"silahkan duduk alpha , beta , delta , gamma" ucap luna mempersilahkan zarael
zarael , peter , dion , dan tris pun duduk , zarael memperhatikan kesekeliling ruang dan menemukan patung yang menarik di dinding , patung itu sangat mirip dengan willi yang dia jumpai tadi yang membuat dirinya penasaran ada hubungan apa mereka dengan matenya , apa jhose dan willi sudah menikah? Zarael mengepalkan tangnnya dengan kuat
"Alpha?" Panggil betanya peter
"Ya?" Jawab zarael dengan matanya yang tajam
"Anda kenapa?" Bisik peter
"Tidak kenapa-kenapa" jawab zarael dengan senyum yang mengerikan
"Auramu membuat ruangan ini panas dan terasa tidak enak" ujar peter dengan suara berbisik
"Sekarang saya tanya sama anda alpha tian" ujar zarael agak mengerikan yang membuat alpha tian dan luna bianc agak merinding dan memikirkan apa yang telah mereka perbuat sehingga alpha zarael sangat marah
"Siapa wanita itu?" Tanya zarael yang menunjuk ke patung zora
"Dia adalah anak angkat kami , jhose menemuinya di restourant" ujar luna bianc
"Restourant?" Tanya zarael yang wajahnya semakin seram
"Iya , dia memakai pakaian jenazah khas rumah sakit , jhose bilang dia amnesia" jelas alpha tian yang membuat zarael mengerutkan dahi
"Menggunakan pakaian jenazah?" Tanya zarael
"Iya , jhose membawanya kemari hanya dia tidak mau tinggal disini dia tinggal di apartementnya sendiri" ujar alpha tian
"Ooh begitu" ujar zarael
Zarael yang mendangar itu didalam hatinya sangat lega karena jhose dan zora tidak mempunyai hubungan apa-apa , ruangan yang terasa sesak dan panas tadi langsung berubah menjadi dingin karena aura mengerikan dari zarael sudah hilang
"Apakah anda tertarik dengan wanita ini?" Tanya luna bianc
"Lumayan" jawab zarael tersenyum ramah
"Saya juga sangat tertarik kepada dia , dia manusia tapi sangat menarik makhluk immortal seperti kita . Aku tidak tau takdir apa yang terikat padanya sehingga sangat menarik bagi makhlu seperti kita" ujar alpha tian
"Maaf mengganggu alpha , luna . Makanan sudah siap" ujar pelayan yang datang
"Ayo kita makan dulu alpha , beta , gamma , dan delta" ajak luna bianc
"wah gak usah repot-repot alpha luna kami tadi sudah makan sebelum berangkat ke sini" ucap tris
"hargai lah masakan seseorang tris , biar bagaimanapun kalian tau perjalanan kesini itu jauh dan mereka juga sudah lelah bmemuatkan untuk kita dan menyambut kita . terus kita menolak rezeki ini?? sungguh tris kamu membuat aku terluka , bukan lebih tepatnya perutku terluka . apakah kamu tidak tau selama diperjalanan bahwa perutku sudah minta makan?" ujar zarael menceramahi tris
alpha dan luna tersenyum dengan tingkah zarael yang menurut mereka unik dimana alpha king itu ganas , dingin , datar beda sama zarael yang cerewet , ceplas ceplos , ramah , murah senyum .
"baik alpha maafkan saya karna saya tidakmendengar perut anda meminta makan . karna saya hanya fokus dengan kerjaan saya" jawab tris yang menahan malu dengan kelakuan dan mulut cerewet zarael
"udah jangan sungkan ayo makan habis itu baru kita lanjut perbincangan kita" ucap luna bianc menengahi
"baik luna . terimakasih" jawab mereka serempak
Mereka bangun dari duduknya dan langsung menuju ruang makan yang dipandu oleh pelayan , mereka duduk dengan tenang dan langsung makan setelah di ambil oleh pelayan
"maaf alpha tian , anak angkat yang anda ceritakan tadi siapa kah namanya?" Tanya dion yang mendaptkan lirikan tajam dari zarael
"katrin willi theodore" jawab alpha tian
"diakan manusia bagaimana mungkin dia dapat beradaptasi dengan dunia kita?" tanya tris yang menurutnya ini sesuatu perbincangan yang menarik
btw mereka makan udah selesai yah dan udah dikemas oleh para pelayan ak mungkin kan outhor mau jelasin secara rinci .
"baradaptasi kau kira dia hewan!" protes zarael yang hanya dibalas cengar cengir ala ala si tris
"alpha tian apakah dia sudah tau peradaban kita? dunia immortal?" tanya peter penasaran
"sepertinya dia tidak tau hanya dia sering ke perpustakaan pribadi dirumahku hanya untuk melihat-lihat buku" jawab luna yang ikutan jelasin
"Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu karena ada sedikit aura yang dikeluarkannya bukan hanya aura manusia biasa tapi aura iblis , dewa , demon ah tidak jelas auranya apa tapi auranya kuat dan bisa berbahaya bila dia berada didunia immort" ucap alpha tian tegas
"jadi dia makhluk immortal seperti kita?" tanya zarael
"saya tidak yakin alpha zarael tapi saya yakin ada kekuatan besar terpendam didalam tubuhnya dan saya takut kaum immortal yang ada di dunia manusia mengincarnya maka dari itu saya selalu berusaha melindungi dia dimanapun dan kapanpun" ucap alpha tian lagi dengan tegas dan tersirat kekhawatiran yang mendalam
membuat ruangan itu seketika menjadi dingin dan ngeri
"ooh seperti itu kita harus mencari asal usul wanita ini dan sebisa mungkin melindunginya" jawab zarael yang membuat seisi ruangan kaget dengan keputusan zarael
"tapi alpha..." ucap peter yang mau mempertanyakan tapi sudah dipotong zarael yang mendadak menjadi dingin dan datar
"apa kau mau membantahku beta?! keputusanku sudah final gak ada yang bisa ganggu gugat atau kalian semua aku penggal" jawab zarael dengan dingin
membuat semua ruangan mendadak sunyi dan horor karna baru mereka tau ini lah sosok zarael yang asli kalau sisi dewasa sudah ambil alih tubuh zarael memang mengerikan
luna bianc hanya melihat kearah suaminya alpha tian yang terlihat diam tak berkutik dan pucat pasi karna merasakan aura king alpha sudah menyerbak keluar
"tidak aku bercanda mana mungkin aku memenggal kalian , aku tau kalian cuman mau menyampaikan pendapat dan aku hargai tapi kali ini aku tertarik . kita ke bangsa wich besok untuk cari tau siapa wanita ini" jawab zarael yang membuat semua beenafas lega
"sangat penasaran terhadap mate kita hmm?" tanya egerton
"tentu saja , siapa yang tidak penasaran dengan mate sendiri? Akui saja kau juga penasaran kan?" ujar zarael dengan licik
"ya aku penasaran , kali ini kau menang z!" ujar egerton yang membuat zarael terkikik geli