Satu bulan telah berlalu, dan keadaan Zia sudah sangat baik. Ia sudah bisa kembali tertawa dan berbicara dengan orang-orang, namun tetap, ia tidak ingin masuk sekolah lagi. Dan Al memutuskan bahwa Zia akan home schooling saja, Meyra menyetujui hal itu. Sejauh ini, orang tua kandung Zia masih sering menanyakan keadaan Zia pada Al dan Meyra karena Zia masih dalam proses penenangan, dan semuanya takut Zia akan kembali tertekan. "Sayang, kamu lagi ngapain?" Tanya Meyra, mengusap lembut rambut panjang dari putri bungsunya itu. Zia tersenyum manis ke arah Meyra sang ibunda, "nonton 13 reasons why, mah." Jawabnya. "Kamu makin cantik aja sih," puji Meyra yang melihat Zia terlihat lebih berseri. "Makasih, Mah. Oh iya, Kak Satria belum pulang?" "Masih di jalan, eh iya dek, sore ini Mamah harus

