bc

Mengandung Benih Saudara Tiri

book_age18+
11
FOLLOW
1K
READ
HE
forced
heir/heiress
tragedy
scary
loser
city
like
intro-logo
Blurb

"Kamu boleh tinggal di rumah Ibu, asalkan kamu harus mau Hamil anaknya Alfa."

Mendengar persyaratan yang di ajukan ibu kandungnya, membuat Senja terhenyak. "Bagaimana mungkin aku bisa hamil anak dari Kakak tiriku sendiri, padahal dia sudah punya istri?" tanya Senja menatap tajam ibunya.

chap-preview
Free preview
Pertemuan
Senja adalah nama si gadis belia berusia 17 tahun yang kini menjadi kembang desa, ia menangis di samping pusara ayahnya yang masih merah. Hidupnya terasa sudah selesai di saat ayahnya pergi untuk selamanya, kini sudah tidak ada lagi orang yang akan melindunginya. "Ayah ... Senja harus kemana?" Batin Senja yang menagis sesenggukan di samping makam sang ayah. Di saat Senja sedang menangis, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya. Senja menoleh dan melihat ada tetangganya yang datang. "Ada apa, Bu?" tanya Senja. "Kamu tidak usah bersedih, Ibu mau memberi kabar baik sama kamu." "Kabar apa, Bu?" "Sebenarnya Ibu kandung kamu masih hidup, Nak." "Apa?" Senja nampak keheranan. Senja tidak tahu bahwa Ibunya masih hidup, lantas kenapa selama ini ayahnya selalu bilang jika ibunya sudah meninggal? Sejak usia Senja satu bulan, Ibunya memilih untuk meninggalkan desa untuk bekerja di luar negri menjadi TKW dan berjanji akan pulang setelah 2 tahun kemudian. Namun, setelah dua tahun bahkan bertahun-tahun hingga Senja sudah besar ibunya tidak kunjung pulang juga. Oleh sebab itu, ayah Senja mengatakan bahwa ibunya sudah meninggal. Satu minggu kemudian ... Tepat setelah 7 hari ayahnya meninggal, Senja memantapkan diri untuk pergi ke kota untuk menemui Ibunya. Berbekal Foto keluarga yang ia punya, juga alamat yang di berikan oleh para tetangganya. Para tetangganya sering melihat Ibunya di sosial media, yang sudah menjadi orang kaya di kota. Karena itulah Senja yakin bahwa Ibunya pasti mampu untuk melindunginya. Senja menaiki bis antar kota, di antar oleh warga desa ke terminal. Semuanya patungan untuk memberikan ongkos juga uang jajan saat di perjalanan. Berharap Senja sampai di rumah ibunya dengan selamat. "Pak Supir, kami titip anak gadis ini, namanya Senja, turunkan di terminal rambutan setelah itu antarkan dia ke alamat ini mengunakan taxi online." Ucap salah seoarang warga desa. "Insyaallah saya akan menjaganya," jawab sang supir. Menit kemudian, bis kota dari arah Pangandaran Jawa Barat berangkat menuju kota Jakarta. Butuh sekitar 9 jam perjalanan untuk sampai ke Ibu Kota. Senja sangat menikmati perjalanan itu hingga tidak terasa kini ia sudah bisa melihat lampu-lampu jalanan di ibu kota. "waw ... apa kita sudah berada di Jakarta?" tanya Senja, menepuk bahu sang supir. "Iya, Neng!" Sang sopir tersenyum melihat wajah Senja yang sumringah bahagia. Setelah mobil bis berhenti di Terminal Rambutan, sang sopir menepati janjinya untuk memesankan taxi online. Senja di pastikan sampai sekitar 30 menit ke rumah ibunya. Brum ... Senja kini menaiki Taxi online yang lumayan mewah, sampai-sampai ia nampak kaku berada di dalam mobil semewah itu. Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Di saat hujan lagi deras-derasnya, ada seorang pria menjegat mobil yang di tumpangi oleh Senja. "Ada apa, Bos?" tanya sang supir berhenti sejenak. Senja yang ada di kursi belakang, memperhatikan pria itu dan merasa kasihan melihat tubuhnya yang menggigil. "Pak, saya sudah memesan Taxi online beberapa kali tetapi tidak juga mendapatkannya. Apakah saya bisa ikut? mobil saya mogok soalnya." pria yang wajahnya basan dengan air hujan itu menunjukkan mobilnya beserta STNK kepada Pak supir. "Kayaknya sih, Anda orang jujur. Tetapi, apakah pelanggan saya mau berbagi tempat sama Anda?" Sang supir memberikan kode kepadanya untuk meminta izin kepada Senja. Pria itu lantas membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Ia menatap wajah Senja dan mengenggam tangannya. "Perkenalkan nama saya Alfa, saya sudah sangat kedinginan berada di luar. Kamu harus mau berbagi tempat dengan saya karena saya sudah tidak kuat lagi berada di luar." Pinta Al, kepada Senja dengan tubuhnya yang menggigil. Tanpa butuh waktu lama Senja langsung mengangguk. Alfa bersorak dan meminta Sopir untuk jalan, sampai lupa menanyakan siapa nama gadis yang ada di hadapannya. Kemudian ia meminta izin kepada Senja untuk membuka pakaiannya. "Kamu tutup mata saja, ya! saya cuma buka kemeja aja, kok." Senja si gadis lugu dan pendiam itu pun, lantas menutup mata dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Setelah beberapa saat, Senja terus mencuri pandang ke arah Alfa yang sedang terkantuk-kantuk di sampingnya. Pria itu nampak sangat keren meskipun dalam keadaan mengantuk. Dadanya yang bidang terpampang dengan jelas di depan mata, kulitnya putih, mulus tanpa cela, di tambah ototnya sempurna bak roti sobek yang tertata. pemandangan itu membuat Senja merasa tersenyum, ini pertama kalinya ia bisa sedekat itu dengan seorang pria. Setelah puas memandang tubuh Alfa yang atletis, ia membulatkan matanya dengan tajam. Tatapan Senja menjadi khawatir, di saat melihat Alfa menggigil. Ia lantas memegang tubuh Alfa dan terkejut, mengetahui suhu tubuh Alfa sangat tinggi. "Pak Supir, kayaknya orang ini sedang sakit. Suhunya tinggi dan tubuhnya menggigil." Senja berharap Pak supir mau membawa Alfa ke klinik. Di saat itu, Alfa yang dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar langsung menggenggam tangan Senja kemudian memeluknya. "Kamu tidak usah repot-repot bawa saya ke klinik, cukup dengan berpelukan seperti ini membuat saya menjadi lebih baik." Alfa merasakan kehangatan dari tubuh Senja. deg ... Jantung Senja berdetak begitu cepat, Senja salah tingkah karena tubuhnya kini berada dalam pelukan seoarang pria yang tidak ia kenal. Begitu juga dengan Alfa, walaupun keadaanya sedang sakit. Ia bisa merasakan kehangatan dari Senja yang sangat bermanfaat bagi tubuhnya. Pria berusia 25 tahun itu merasakan sesuatu yang aneh di saat memeluknya. Ia merasa jantungnya telah menemukan pasangannya karena baru kali ini berdebar begitu cepat. *** Rumah besar dan mewah kini menjadi tempat tinggal seorang wanita paruh baya bernama Laras. Dialah ibu kandung Senja yang sedari tadi menunggu anak tirinya pulang. Laras bersama menantunya Fina sedang duduk bersama menunggu kedatangan Alfa yang baru saja datang dari Kanada. "Mah, Alfa kok belum datang, ya? tadi dia sendiri yang larang kita buat jemput di Bandara. Sekarang sudah jam 9 malam belum sampai juga." keluh Fina. Tid ... Suara klakson terdengar dari dalam rumah, tanpa pikir panjang Fina berlari menuju gerbang sambil membawa payung untuk menyambut suaminya. "Akhirnya kamu pulang juga, Sayang." Batin Fina menatap mobil Avanza putih yang berhenti tepat di hadapannya. Ceklek ... Pintu mobil di buka dari dalam, Fina tertegun membulatkan kedua bola matanya melihat keadaan di dalam mobil yang di luar prediksinya. "Kenapa kamu tega sama aku, Al?" tanya Fina dengan matanya yang berkaca-kaca kemudian menitikkan air matanya. To be continued

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.9K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
2.5K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.3K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.5K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

After We Met

read
187.2K
bc

(Bukan) Dosen Idaman

read
7.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook