bc

Asisten Pribadi Mantan (The Secret Love Affair)

book_age18+
695
FOLLOW
8.9K
READ
possessive
sex
second chance
scandal
goodgirl
drama
bxg
office/work place
affair
actor
like
intro-logo
Blurb

Tidak ada yang pernah tahu bahwa di masa lalu, Adriella Emerilda adalah kekasih dari seorang Kenny Sky.

Semangat yang tadinya membara harus redup kala Adriella tahu bahwa dirinya akan bekerja sebagai asisten pribadi dari seorang aktor terkenal yakni Kenny Sky Zaedyn yang tidak lain dan tidak bukan adalah mantan kekasihnya saat kuliah dulu. Dengan rasa yang berat dan khawatir, mau tidak mau Adriella akhirnya resmi menjadi seorang asisten pribadi dari mantannya itu. Apakah keduanya bisa bersikap profesional atau justru membangkitkan kembali sebuah rasa yang pernah ada meski mereka telah dekat dengan orang lain?

*

"Kamu hanya asisten pribadi saya, Ariel. Tolong tetap ada dalam batasan kamu. Lupakan semua yang pernah kamu tahu tentang saya. Semuanya sudah bukan urusan kamu, kecuali soal pekerjaan." Desis Kenny.

"Ok."

It's okay not to be okay Ariel, kamu bisa dan harus kuat!!

chap-preview
Free preview
PROLOG
Kedua insan yang sedari tadi asik saling memagut harus menghentikan aktivitasnya kala pintu kamar kos milik sang hawa diketuk dari luar. "Kamu masuk dulu ke sana," perintah sang perempuan. Dengan pasrah sang lelaki mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi lalu menutup pintunya dari dalam. Sedangkan kekasihnya merapikan diri terlebih dahulu sebelum membuka pintu. "Ada apa ya, Mas?" tanyanya saat ia membuka pintu dan melihat ada seorang kurir paket yang membawa sebuah box yang berukuran cukup besar. "Atas nama Adriella Emerilda?" tanyanya. Adriella mengangguk. Kemudian sang kurir menyerahkan box yang terbungkus rapi dan segera pergi setelah Adriella mengucapkan terima kasih. Adriella masuk lagi ke dalam kamar kos dengan paket besar itu di tangannya. Ia melihat ternyata Kenny—sang kekasih telah duduk kembali di atas tempat tidurnya. "Dapat paket, yang?" tanya Kenny. Adriella mengangguk sambil membaca siapa nama pengirimnya. "Dari siapa?" "Kalau di sini tulisannya dari Sandra sih." "Oh, sahabat kamu yang kuliah di Bandung itu?" "Iya, kalau gak salah dia kemarin liburan ke Australia. Kayaknya ini oleh-oleh yang dia janjikan buat aku deh." "Apaan? Koala?" Adriella tertawa sambil memukul pelan pundak Kenny, "Ya kali koala dibungkus pake box." "Hahaha ya udah sini buka," ujar Kenny. "Sebentar, aku ambil dulu gunting." Setelah Adriella menemukan gunting yang akan ia pakai, gadis itu bersiap untuk membukanya. Namun gerakan sang kekasih menginterupsi dengan cara menepuk-nepuk pahanya dengan kedua tangan tanda sang gadis harus duduk di pangkuannya. Tanpa mendebat Adriella mengikuti kemauan Kenny untuk duduk di sana, "Tapi tangannya diam ya." "Gak janji sayang." "Awas ya aku pegang gunting. Kalau sampai macam-macam lihat aja." "Hahaha gak sayang, aku mau peluk kamu dari belakang aja," ungkapnya lalu melingkarkan tangannya di perut Ariel. ____ Satu minggu kemudian. Adriella dengan seksama membaca sebuah brosur yang dibawa oleh Kenny. Brosur itu menunjukan adanya tawaran melakukan casting sebagai pemeran dalam sebuah film. "Kamu tertarik buat ikut, yang?" tanya Adriella pada kekasihnya. "Iya, gak apa-apa jadi cameo doang juga. Kalau rezeki aku siapa tahu ada agensi yang mau pakai aku sebagai artisnya." Adriella mengangguk, "Aku setuju aja sih apapun yang terbaik buat kamu." "Dua minggu lalu castingnya, aku mau coba isi dulu formulir onlinenya. Kalau ada balasan, nanti aku langsung ke sana buat casting." "Ibu sama Ayah kamu tahu?" "Aku semalam udah bilang ini ke mereka. Ada pro dan juga kontra sih. Ibu kurang setuju, katanya beliau mau aku kerja di perusahaan aja kayak Ayah. Kalau Ayah ya dia mah setuju aja sama apa yang aku lakukan selagi itu di jalan yang benar," jelas Kenny. "Ya udah, ikuti aja kata hati kamu. Kalau kamu emang beneran mau ikut coba yakinkan Ibu kamu kalau ini adalah jalan terbaik yang kamu pilih. Jangan lupa juga berjanji sama Ayah kamu kalau kamu akan melakukan yang terbaik dengan pilihan kamu ini," usul Adriella. "Tapi menurut kamu aku bakalan keterima gak meski jadi cameo?" "Menurut aku nih ya, kamu bakal keterima karena—" "Karena apa?" "Karena kamu punya wajah yang tampan." "Aw aku tersanjung dipuji sama pacarku." "Hahaha lebay banget." ____ Hari audisi pemeran film akhirnya tiba juga. Kenny sudah berada di tempat audisi sejak satu jam yang lalu. Ia sendirian karena Adriella tidak bisa mengantarkannya dikarenakan ada seminar yang wajib didatangi oleh setiap mahasiswa. Kenny telah menjadi sarjana satu tahun yang lalu. Namun ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Sejak kuliah Kenny sering menjadi pemeran dalam sebuah drama teater. Maka dari itu, menjadi aktor adalah keinginannya. Keluarganya tidak kaya dan juga tidak miskin alias berkecukupan. Saat ini nama Kenny telah dipanggil dan lelaki itu langsung melakukan audisi. Semua juri bertepuk tangan saat dirinya menunjukan kemampuan aktingnya. "Kamu hebat sekali dalam berakting. Pernah punya pengalaman?" tanya salah satu juri. "Kebetulan saat kuliah saya suka mengikuti lomba teater, Pak." "Wah potensi kamu sangat bagus." "Terima kasih, Pak." "Kalau begitu, selamat bergabung di proyek film kami. Mungkin kamu memang belum bisa menjadi pemeran utama, tapi jangan berkecil hati ya. Masih banyak kesempatan, saat ini kamu hanya bisa menjadi figuran saja." "Baik terima kasih banyak, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik. Mohon kerja samanya." ____ Malam harinya Kenny datang ke kosan Adriella dengan membawa sebungkus nasi goreng. Ketika pintu terbuka ia langsung menerobos masuk dan buru-buru memagut birai merah muda milik sang kekasih. Adriella menepuk-nepuk pundaknya tanda napas gadis itu hampir habis. "Maaf sayang, maaf bikin kamu kesusahan napas," ucap Kenny khawatir sambil mengusap lembut bibir Adriella. "Lagian kamu ini kenapa sih datang-datang langsung nyosor aja," protes Adriella. "Hehehe aku lagi senang, yang." "Kenapa?" "Aku keterima audisi jadi aktor," pekik Kenny semangat. "Hah serius?" Kenny mengangguk dan Adriella buru-buru memeluk kekasihnya itu. "Aku ikut senang, selamat ya," ucap Adriella penuh haru. Kenny mengangguk dan menatap sang kekasih dengan penuh kasih sayang. "Terima kasih ya karena udah dukung aku terus." "Sama-sama, Kenny. Terima kasih juga udah selalu sayang sama aku," balas Adriella. Kenny menatap Adriella sambil tersenyum, kemudian matanya bergerak sebagai tanda meminta persetujuan yang langsung diangguki oleh Adriella. Maka di detik berikutnya, Kenny memajukan wajahnya dan menempelkan birainya dengan birai milik Adriella. Gerak bibirnya begitu lembut seakan menyalurkan sebuah kebahagiaan yang saat ini tengah dirasakan keduanya. ____ Hari-hari berikutnya Adriella menjalani hari sebagai kekasih dari aktor Kenny Sky Zaidyn. Saat ini sudah enam bulan terhitung sejak Kenny pertama kali debut sebagai aktor film. Nama kekasihnya itu semakin melejit. Adriella merasa bangga sekaligus sedih. Bagaimana tidak, selama enam bulan ini Kenny sangat sulit memiliki waktu untuk bersamanya. Jadwal lelaki itu begitu padat sehingga waktu bersama Adriella yang menjadi korbannya. Bahkan saat Adriella menjalani sidang skripsi, kekasihnya itu sama sekali tak menampakkan batang hidungnya. Adriella memang memaklumi hal itu, karena sekarang Kenny tidak bisa sembarangan datang ke suatu tempat. Semakin hari waktu Kenny untuk Adriella semakin tidak ada bahkan untuk sekedar membalas pesan. Lama-lama Adriella pun jenuh. Ia ingin Kenny yang dulu, Kenny yang selalu datang padanya setiap saat dan menjadikan dirinya tempat paling nyaman. Hari ini Adriella secara resmi akan melepaskan statusnya sebagai mahasiswa. Dengan penuh rasa bangga, Adriella maju ke atas podium kala namanya disebut. Ia menunduk mempersilakan rektor kampusnya untuk memindahkan tali toga yang bertengger manis di kepalanya. Dalam hati Adriella merapalkan doa berharap jika Kenny akan datang dan memberinya kejutan di hari bersejarahnya ini. Namun harapan hanya tinggal harapan. Ia tak mendapati kekasihnya datang ataupun sekedar mengucapkan selamat melalui sebuah pesan. "Ariel, happy graduation!" ucap Naufal dan Sandra bersama-sama. Adriella berusaha memasang senyum manis meski dalam hati ia merasa begitu sedih. "Terima kasih ya, kalian udah datang jauh-jauh dari luar kota," ucap Adriella. "Kamu ini kayak sama siapa aja, jelas kita bakalan datang kalau itu menyangkut kamu. Nih ya, kita tuh udah bareng-bareng sejak masih ingusan hahaha," timpal Naufal. "Aku beruntung banget punya kalian." ___ Pada hari sabtu, Naufal dan Sandra ingin ditemani keliling Jakarta. Akhirnya Adriella menuruti apa yang diinginkan kedua sahabatnya itu dan sekarang mereka sedang berada di sebuah mall. Mereka akhirnya pergi ke bioskop karena memang tadinya mereka tidak punya perencanaan untuk agenda jalan-jalan hari ini. Tiba di tempat pembelian tiket, mata milik Adriella terfokus kepada sebuah cover film yang menampakan seseorang yang sangat ia kenal. "Ah, film Kenny udah mulai rilis ya?" tanya Adriella dalam hatinya. "Mba, saya mau film itu aja," ujar Adriella memilih film yang dibintangi Kenny. "Kamu serius mau film romance? Biasanya kamu suka film horor?" tanya Naufal. "Sekali-kali dong, lagian penasaran juga sama aktornya." Benar, kedua sahabat Adriella tidak tahu bahwa dirinya memiliki seorang kekasih. Apalagi jika orang itu telah menjadi aktor terkenal. Selepas membeli tiket, keduanya masuk ke dalam gedung bioskop. Sepanjang film Adriella tersenyum bangga akan kemampuan akting yang dimiliki sang kekasih. Namun senyum itu tiba-tiba hilang ketika di layar menampakan adegan dewasa yang dilakukan oleh sang kekasih bersama lawan mainnya. Adriella dengan jelas dapat melihat adegan saling mencumbu itu. Tanpa disadari air mata Adriella mengalir, ia berusaha mati-matian menahan isakannya. Meski hanya sebuah film, tapi hal itu sangat menyakitkan. "Ariel masa film romantis gitu malah nangis," cibir Naufal yang tidak tahu apapun. "Tadi filmya bagus banget, bikin terharu," dusta Adriella. Sampai di kosan, Adriella kembali melanjutkan tangisnya. Adegan demi adegan yang terbayang dalam film tadi masih saja terbayang di benaknya. Sepertinya keputusan yang beberapa hari belakangan ini ia pikirkan akan ia lakukan. Dengan langkah gontai Adriella mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu di atas layarnya. Sesuatu yang telah menjadi keputusannya. Kenny, let's break up.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
200.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.2K
bc

Kali kedua

read
219.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook