kelam part II

1265 Words

Disepanjang perjalanan pulang, Rayya hanya duduk tenang. Sebaliknya, Nafas David terdengar membuncah karena menahan Amarah. Begitu sampai di rumah, lelaki itu langsung menyuruh pelayan segera mengambil alih Madiev untuk di bawa ke kamar. “Naik dulu ya, Sayang. Mbak Wati temani ke kamar, ayo.. “ Anak itu mengangguk ragu, memeluk Rurayya sebentar sebelum digandeng naik ke lantai atas. Baru setelah langkah kecil itu lenyap dari pendengaran, David menariknya ke ruang kerja yang selama ini hanya di huni olehnya. Tak lama pintu ruangan itu tertutup, suara bentakan David meledak, memecah keheningan sore yang mendung. “Perempuan gak waras! Berani-beraninya kamu duduk di kafe, di tempat umum, dengan laki-laki asing sambil ketawa, kayak gak punya harga diri!” Rurayya mengangkat dagunya, menahan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD