Menit pun terus berjalan, diselingi dengan suara tangisan. Gejolak nafsu itu semakin meledak, ia merangkum tubuh lemah istrinya, sesekali menyesap tanda di setiap jengkal tubuh yang hanya menjadi miliknya. Pacu itu semakin membabi buta, desahan David semakin sering. Tubuh Rurayya seakan menjauh ingin melepas, namun gerakan akhir sengaja ia tanamkan sedalam mungkin di dalam rahimnya. Tubuh David bergetar, sedangkan Rurayya seakan kehilangan nafasnya. “Kali ini saya mau buat kamu paham, tidak ada kata perceraian, kecuali saya yang meminta.” Rurayya yang tak mengetahui apapun hanya mampu terbaring lemah saat tubuhnya digeser dan berganti posisi. Hingga terasa sebuah benda kembali bergerak, tangisnya menjadi karena kesengsaraan ini belum selesai. ************ Pacunya terus menjadi, i

