○22. Stella mengelus pelan telinga nya yang terasa sakit akibat dia mendengar teriakan dari sahabatnya itu, benar-benar menyakiti pendengarannya. "Sasha, mereka tak sejahat itu." 'Hilih, jika mereka tak sejahat itu, mereka tak akan pernah mencambuk mu apalagi sampai menyetrika tanganmu.' Stella membulatkan matanya. Apakah Sasha sudah mengetahui bahwa luka bakar yang dulu didapatkannya berasal dari keluarganya? 'Aku tahu apa yang terjadi dengan mu, aku harap suatu hari nanti akan ada seseorang yang membantumu dan jika ada apa-apa, tolong curhat saja semuanya kepada ku.' Stella tersenyum kecil mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Sasha, ternyata selama ini, wanita itu selalu mengawasinya. Stella tak salah memilih seorang sahabat, Sasha benar-benar orang yang terbaik baginya.

