Tubuh Stella jadi panas dingin kala pria itu menyentuhnya. Dia menengok, melihat Arka dan berusaha untuk melepaskan genggaman pria itu. Sungguh, dia merasa sangat tak nyaman juga tak enak karena sedari tadi, Andre selalu mengawasinya. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Stella dengan berusaha untuk tenang. Tangannya telah berhasil terlepas dari genggaman pria itu, membuatnya benar-benar merasa sangat bersyukur sekali. Arka tersenyum manis kepadanya, kepalanya bertumpu pada kedua tangannya. Tatapan matanya begitu lekat sekali kepada nya, membuat Stella benar-benar merasa terintimidasi. Mengapa pria ini sangat mudah berubah-ubah? Begitu sulit untuk Stella menebak bagaimana Arka sebenarnya. "Aku hanya ingin berbicara dengan mu sebentar, apakah boleh?" Dengan tegas nya, Stella menggeleng

