Malam telah datang dan Stella baru saja selesai mandi dan berganti baju. Dia menghembuskan napasnya dengan lega, gadis itu melangkah menuju ke dapur dan mulai mengangkut makanan dari dapur ke meja makan. Tamu akan datang sebentar lagi, makanya dia harus bekerja dengan lebih cepat. Sebisa mungkin dia menghindari kesalahan, gadis itu hanya tak ingin jika dirinya akan mendapatkan masalah untuk malam yang istimewa ini. "Sudah semua." Stella menepuk kedua tangannya, lalu dia menunggu bergegas pergi dari sana. Untuk urusan selanjutnya, semanya akan diurus oleh Bibi Siti. Kedua orangtuanya tak ingin jika Stella muncul nantinya di acara makan malam itu, meski sebagai pembantu. Telinga Stella menangkap suara mobil yang baru saja muncul, apakah para tamu sudah datang? Gadis itu melihat Lia

