Bisikan itu benar-benar membuat Stella merasa merinding. Dia bahkan langsung memberhentikan aktivitasnya dan mulai merasakan bahwa ada tangan kekar yang kini tengah memeluknya dengan sangat erat sekali. Secara perlahan, wanita itu menengok, dia melihat Andre yang menaruh kepalanya tepat di atas bahunya, membuat matanya melotot sempurna. "Apa yang kau lakukan?" Stella menaruh pisau yang ada di tangannya ke atas meja, dan berusaha untuk melepaskan tangan Andre yang memeluknya dengan sangat erat saat ini. "Lepaskan, Andre!" Andre tampak tak peduli, dia sudah merindukan Stella dan rasa rindunya itu tak bisa lagi ditahannya. Dia justru menyusupkan wajahnya ke bagian leher Stella dan mencium aroma leher gadis itu, benar-benar membuatnya merasakan candu. "Andre, nanti akan ada yang melihat

