"Sudah kubilang, jangan pakai tengkorak itu," keluh Mary Hope. Winn hanya terdiam sembari menatap Kent Kallen yang dibaringkan di sofa. Wajahnya yang tadi pucat sudah mulai memerah. Sebenarnya bukan tanpa alasan dia memilih tengkorak Monroe Parker--si pembunuh berantai yang mendapat karmanya–dibunuh oleh calon korbannya sendiri. Karena dia melihat sendiri bagaimana reaksi dahsyat Kent ketika membacanya. Lelaki itu seperti kesetrum listrik, seolah semua memory Monroe Parker sedang ditransfer ke kepalanya dengan kapasitas dan kecepatan yang sangat besar. Dan kenyataannya memang demikian. Setelahnya Kent bisa menceritakan dengan detail apa saja yang sudah dilakukan Monroe dan bagaimana dia bisa terbunuh. Banyak yang keluar dari lisannya sesuai dengan hasil penyelidikan polisi, malah jauh le

