Kent memutuskan menghubungi seseorang, setelah berhasil menemukan di mana orang itu berada sekarang. Dia yakin, telponnya akan mengejutkannya. Bisa jadi dia menolak, bisa jadi penasaran. Namun, dia punya trik agar keinginannya tak bisa ditolak. Dan hal itu harus dilakukannya sekarang. Kent melihat kalender sembari mendial nomor telepon yang berhasil didapatnya dari rekan Winn, dari Divisi Forensik. Dia berharap nomor ini benar. Kalaupun salah, dia masih punya banyak cara untuk bisa membawa orang yang dimaksudnya ke ruang bawah tanahnya. “Halo? Dong? Kau ingat aku?” “Kallen?” Kent Kallen tertawa senang mendengar sahutan dari seberang sana, Los Angeles. Suara lelaki sebayanya, juga sahabat baiknya yang langsung teringat namanya setelah dia selesai membaca memory Grace Jenning. “Dengar D

