Perusak Hubungan Orang

979 Words

Jelas saja tidak bisa dihubungi. Toh ponsel itu sudah dibuang. Aku menunduk. Tidak berani untuk menatap cowok di depanku. "Varsha, jawab!" geretaknya. "Lo gak tahu seberapa khawatirnya gue semalam." Aku tersenyum kecut. "Buat apa sih lo masih khawatirin gue, Mar!" "Karena—" "Udahlah, lupain aja perkataan gue semalam." Aku membuang muka ke arah lain. "Lupain kata lo?" Mario menatapku tak percaya. "Semudah itu? Gue mana bisa lupa ..., lo baru aja bilang kalau lo suka sama gue. Itu adalah hal yang gak pernah gue sangka." "Terus, mau diapain? Gak ada gunanya juga, kan, buat lo! Udah gue bilang, gak usah ngerasa terbebani atas apa yang gue rasa. Lo gak perlu pikirin itu." Aku menghembuskan napas kasar. "Minggir! Gue mau nemuin Oliv!" Mata Mario membulat. "Buat apa? Jangan, Sha. Nanti—"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD