Saat ini Benua dan temannya berada dikantin. Seperti biasa kalo sudah jam istirahat Benua akan makan dikantin namun tangannya tak lepas dari ponsel. Masih mengerjakan pekerjaannya lewat ponsel.
"Tanding basket sama SMA KERASAKTI lagi," ucap Marvel.
"Lo aneh nggak nama SMA nya?" seketika Marvel dan Vinno tertawa kencang. Benua hanya acuh saja.
"Hay Benua apa kabar. Aku boleh kan duduk disini?" Glowy theodora stary. Glowy menyukai Benua namun cintanya tak pernah terbalaskan. Ia tetap berusaha mengejar Benua bagaimana pun.
Benua menatap Glowy datar. Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kantin. Marvel yang tau maksud Benua pun mulai membuka suaranya.
"Masih banyak yang kosong tempat duduknya!" Marvel memandangi Glowy dan temannya tak suka.
"Gue nanya sama Benua bukan sama lo!" bentak Glowy.
"Hay Alfa, kamu lagi sibuk nggak?" Celine virginia dayangnya glowy.
"Iya!" Celine mendengus sebal.
"Ngapain sih sini! Sana nggak!" usir Vinno.
"Yayang Vinno kok gitu!" Windy halrey. Vinno pura pura muntah.
"Ngga sudi gue! Apaan geng muka glowing. Tuh muka udah kayak minyak makan!"
Glowy yang kesal pun memilih pergi saja. Karna Benua sama sekali tak membuka suaranya. Inilah resiko yang harus Glowy hadapi. Tapi ia tetap mendekati benua bagaimana pun itu.
~ ~ ~ ~
Malam hari pun tiba. Caca dan yang lainnya menyalin alkohol kedalam teko dan membuang botol itu dalam kantong hitam. Rachel belum datang. Benua lagi kekantor bersama Alfa. Ya mereka berdua itu cs yang suka mengurus pekerjaan.
"Buat apaan lo beli obat perangsang?" tanya Caca saat Vinno mengeluarkan obat perangsang.
"Lo mau merangsang kita?" tuduh Viona.
"Yakali, ini tuh buat kucing gue. Karna si Bubu nggak mau nikah nikah. Gue rasa dia nggak punya nafsu. Gue mau nyoba kasi dia ini," jelas Vinno.
"Ini buat manusia bukan hewan!" sungut Marvel.
"Bodoamat. Gue mau nyoba nya!"
"Yah kepenuhan nih!" Anna yang bertugas menuangkan alkohol itu kedalam teko.
Caca pun mengambil gelas dan menyuruh Anna menuangkan alkohol itu kedalam gelas saja. Mereka membawa teko itu tapi tidak dengan alkohol yang didalam gelas. Mereka membiarkan alkohol itu di atas meja dapur.
Vinno membuka obat perangsangnya dan melihat ini itu. Ia kembali menutupnya. Namun tak rapat dan malah meninggalkan obat itu di atas kulkas.
Mereka pun memulai pesta nya hanya sekedar minum saja. Ia sengaja melainkan minuman Rachel. Agar gadis itu tak meminum alkohol dulu.
Pesta ini hanya makan makan dan minum saja. Benua pun datang dari arah pintu. Ia tak menaruh curiga pada temannya dan adiknya ini. Mereka yang meminum alkohol seketika menjadi tegang karna benua memperhatikan mereka.
Jendela di dapur Benua tidak ditutup. Sehingga angin masuk dan menumbangkan botol obat perangsang itu dan masuk dalam minuman alkohol.
"Nggak minum kan?" tanya Benua. Rachel hanya memandangi lelaki itu saja.
Mereka menggeleng cepat. Alkohol yang dibeli Vinno dan Marvel ini bau nya aman. Tak seperti alkohol biasa. Benua pun mengangguk.
Ia memilih kedapur. Saat akan menuangkan air putih. Ia melihat gelas yang berisikan air putih. Ia pun mengambil gelas itu dan membawanya kedalam kamar.
Benua memilih membersihkan dirinya dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya.
Caca dengan jahil mengganti minuman Rachel.
"Hel lo harus minum ini dengan tutup hidung. Gimana berani ngga lo," tantang Caca.
"Air putih doang. Berani lah gue."
"Sampai habis ya."
"Oke."
Rachel mulai menutup hidungnya. Ia meminum alkohol itu sampai habis tak tersisa. Namun saat ia melepaskan jepitan tangannya pada hidungnya. Ada bau aneh yang menusuk hidungnya. Tapi minuman ini bagaikan candu untuk Rachel. Hingga ia mau meminumnya lagi.
Benua baru keluar dari walk in closet. Ia meminum minuman itu hingga tandas. Benua baru menyadari bau aneh di minumannya. Namun karna kecapean ia masa bodo lah. Udah dibilang Benua itu orangnya bodo amatan.
Benua kembali kedalam walk in closet nya. Ia lupa bahwa ia menaruh laptopnya di sofa.
Mereka dibawah sudah dalam keadaan mabuk dan meracau tak jelas.
"Gue numpang ke toilet." Anna berjalan dengan sempoyongan menuju ketoilet. Sesekali ia terjatuh dan tetap berusaha bangkit lagi.
Rachel merasa ingin buang air kecil juga. Ia sudah tak bisa menahannya lagi.
"Toilet dimana?" tanya Rachel.
"Kamar Bang Ben ada toilet." Caca hanya menunjuk lantai atas.
Rachel bersusah payah berdiri. Ia sudah tak tahan ingin buang air kecil. Sedangkan Benua merasa kepanasan. Apa AC nya kekecilan. Ia pun membesarkan AC nya namun tak mempan.
Rachel masuk kedalam kamar Benua. Ia terpanah dengan kamar rapi itu. Ia kembali masuk kedalam kamar mandi Benua. Bertepatan dengan Benua keluar dari walk in closetnya.
Benua menyalakan AC hingga besar namun tetap tak bisa. Ia mengunci pintu kamarnya. Gejolak apa ini. Setelah meminum minuman tadi ia semakin merasa aneh. Dibawah sana terasa sangat sesak sekali. Seperti ingin melampiaskan hasratnya dan ia sedikit sempoyongan juga.
Benua pun masuk kedalam kamar mandi. Yang ia dapatkan Rachel yang sedang duduk ditoilet membuang hajatnya.
Rachel tak mengunci pintu toilet. Rachel juga tak sadar jika Benua masuk. Saat memandangi Rachel, Benua seperti ingin menerkam gadis itu.
Benua langsung menarik tangan Rachel dan melumat bibir gadis itu. Rachel awalnya terkejut namun entah mengapa ia membalas ciuman Benua.
Benua langsung membawa Rachel kedalam kamarnya. Hingga Benua tak sadar ia sudah merenggut mahkota yang selama ini Rachel jaga. Malam itu semuanya hancur dalam sekejap. Mereka melakukan dengan tak sadar. Terpengaruh alkohol dan benua terpengaruh obat perangsang.
~ ~ ~ ~
Dilantai bawah mereka tertidur pulas. Vinno memeluk Marvel begitu erat di sofa. Mereka saling berpelukan satu sama lain.
Caca tertidur di karpet bersama Anna. Sedangkan Viona tertidur di sofa. Rachel membuka matanya. Ia merasakan perutnya berat sekali. Saat membuka selimut betapa terkejutnya ia dalam keadaan naked.
"HUAAAAA!"
Benua yang mendengar teriakan Rachel pun langsung bangun. Rachel menduduki dirinya dan menutup tubuh polosnya dengan selimut.
Mereka yang mendengar teriakan Rachel langsung bangun. Namun kembali tertidur lagi. Memang laknatullah.
Benua langsung mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai. Memakainya kembali. Sedangkan Rachel sudah menangis sambil menundukkan kepalanya.
Mereka berdua mengingat kejadian tadi malam. Membuat Rachel semakin menangis dan Benua terkejut. Kenapa ia bisa melakukan itu.
"Lo apain gue hiks?" Benua gelagapan apa yang harus ia lakukan.
"Hel."
"LO APAIN GUE BENUA! LO RENGGUT MAHKOTA GUE! LO AMBIL SEMUANYA!"
"GUE BENCI SAMA LO!"
"GUE KIRA LO BAIK! TERNYATA PIKIRAN GUE ITU SEMUA BOHONG!"
"MENJAUH DARI GUE!" teriak Rachel saat Benua ingin mendekat.
Mereka yang dibawah langsung bangun ketika mendengar teriakan Rachel lagi dan langsung menuju ke lantai atas.
"Hel! Lo didalam kamar Bang Benua?" Caca menggedor pintu Benua yang terkunci.
Isakan tangis Rachel semakin kencang.
"KELUAR BENUAAA!"
Benua tak tau harus melakukan apa. Ia memilih keluar membuat pertanyaan besar bagi teman temannya dan benua kembali menutup pintu kamarnya.
"Bang ada apa? Rachel kenapa bisa di kamar Abang?"
"Benua kenapa lo bisa didalam sama Rachel?"
"Benua kasi tau kita kenapa?"
"Benua jangan diam dong!"
"Biarin Rachel sendiri." setelah mengatakan itu Benua memilih kebawah.
Rachel memungut pakaiannya. Ada rasa nyeri dibawah sana saat ia melangkahkan kakinya. Dengan isakan tangisnya ia masih memakai pakaiannya. Saat bercermin. Ia bisa lihat didadanya begitu banyak bercak merah dan ungu. Rachel terduduk lemas di lantai.
"Maaf Bun, maaf Yah, Rachel gagal jadi anak kebanggan kalian hiks."
"Maafin Rachel hiks."
Rachel keluar kamar Benua dengan menahan nyeri dibawah sana. Ia tak menjawab pertanyaan temannya. Rachel membuka ponselnya dan melihat banyak panggilan dari Ayah ataupun Bunda nya. Hatinya kembali merasa sakit. Ia gagal menjadi anak yang baik.