Bab 9

1224 Words
Hari ini adalah hari keberangkatan Rachel, Anya dan Juan ke london. Mereka sangat antusias sekali pergi kesana. Pesawat mereka mendarat mulus di london. Mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat. Awalnya juan disarankan untuk memesan kamar hotel sendiri saja. Namun ia memilih bersama Rachel dan Anya. Rachel dan Anya tak mempermasalahkan itu. Karna juan bukan seperti lelaki. Tetapi ya gitulah kek perempuan. "Huaaa akhirnya sampai juga." Juan langsung merebahkan dirinya di kasur. Didalam kamar hotel ini. Ada 3 kasur untuk mereka masing masing. Rachel lebih dulu memberikan kabar kepada Bunda dan Ayahnya. Kalo ia sudah sampai dengan selamat. Setelah memberikan kabar ia membuka chat grup dari teman temannya dan membalas chat itu. Terdapat banyak spam dari chat SEPUPU GILAAA! Sepupu gilaaa! Woyy sampai belum lo? Hel elah. Gue Arion ganteng Ye bukannya dibalas. Masa gambar jam sih. Anjim data gue belum dihidupin hahaha. Bentar ya Nah sekarang baru ceklis satu anjrit. Nah ceklis dua Balas napa Apasih Yon? Gue nanya lo udah sampai belum cantik :) Udah Iyon sayang. Nah gitu dong To the point aja Rachel tau kalo Arion nyepamnya ada maksud lain. Arion adalah sepupu Rachel yang berbeda sekolah. Tau aja lo Oleh oleh bawain gue bule satu Modelan gimana? Berkulit coklat aesthetic, tinggi dan paling utama nafsu nya juga. Biar tiap malam olahraga terus. Ambil sendiri kesini! Rachel meletakkan ponselnya di atas kasur. Tiba tiba ada gejolak aneh diperutnya. Ia langsung menuju ke kamar mandi. Hueekk hueekk Anya dan Juan yang mendengar itu langsung berlari ke kamar mandi. Anya membantu memijit tengkuk Rachel dan Juan yang memegang rambut panjang Rachel. Hueekk huekkk "Mabuk perjalanan kali lo Hel," ucap Anya. Rachel merasa begitu juga. Karna ia tak pernah berjalan jauh seperti ini. Palingan cuman liburan keluar kota. Bukan keluar negeri. Rachel masih memuntahkan isi perutnya. Oh bukan isi perut lebih tepatnya cairan bening saja. Rachel mencuci mulutnya serta wajahnya. Juan pun menyodorkan handuk kecil kepada Rachel. "Minum obat deh Hel. Gue ada bawa obat," kata Juan. Anya membantu Rachel kembali kedalam kamar dan menduduki Rachel di kasur. Juan mengambil obatnya. Serta minumannya juga. Memberikan kepada Rachel. Rachel memakan obat itu. Ia merasakan kepalanya pusing sekali. "Baring Hel, gue pijitin. Ada minyak kayu putih ngga Juan?" tanya Anya sambil membantu Rachel berbaring. "Ada, bentar." Juan kembali membongkar tasnya dan mengambil minyak kayu putih. Anya menyapu minyak kayu putih itu diperut Rachel dan belakang punggung Rachel. Setelah itu ia memijit kepala Rachel yang katanya pusing. "Hel, jangan sakit dong. Besok kita mau lomba," ujar Juan sambil memijit kaki Rachel agar gadis itu merasa lebih enakan. "Gue cuman mabuk perjalanan aja kali. Karna gue ngga pernah naik pesawat dalam waktu lama gini." Juan mengangguk. Anya masih memijit kepala Rachel hingga gadis itu tertidur. Memang beginilah mereka. Saat pertama kali ke luar kota mengikuti olimpiade juga. Juan pernah mabuk perjalanan jadi Juan selalu menyediakan obat obatannya. Juan mabuk lebih parah dari Rachel. Tapi karna sering keluar kota dan keluar negeri. Juan sekarang tak pernah mabuk perjalanan lagi. ~ ~ ~ ~ Keesokan harinya Rachel lebih fresh sekarang. Mereka memakai seragam sekolah untuk menuju ke acara olimpiade sains internasional itu. Mereka kembali memenangkan olimpiade ini. Setelah dari situ Pak Ferry dan Bu Mursanah mengajak mereka berjalan terlebih dahulu sebelum pulang ke negara nya lagi. Mereka pergi ke jembatan menara, mata london dan british meseum. Mereka pulang hari sudah sangat malam. "Potoin gue," pinta Anya sambil menyerahkan ponselnya. Rachel menerima ponsel Anya. Banyak gaya yang ia ambil. Namun Rachel tak mood untuk berpoto. Hanya jika ada yang mengajaknya saja. Jika sendiri ia tak mau. ~ ~ ~ ~ Rachel, Anya dan Juan pun keluar dari kamar hotel dengan memakai piyama tidurnya. Mereka turun kelantai bawah menggunakan lift hanya untuk makan malam dibawah saja. Mereka berjalan dilorong hotel setelah keluar dari lift. Saat ke ruang makan yang begitu luas. Banyak sekali bule makan disini juga. "Mau makan apa Hel?" tanya Anya. Ini makanan orang luar semua. Rachel melihat makanan campuran dan makanan yang asing baginya seperti ingin muntah saja. "Nggak ada makanan indo ya?" tanya Rachel. "Itu ada bakso. Bakso aja gimana?" saran Juan sambil menunjuk stand bakso. Rachel mengangguk dan mengambil bakso. Bukan hanya bakso yang ia ambil tapi buah, dan beberapa cemilan serta minuman ringan lainnya. ~ ~ ~ ~ Benua baru saja menginjakkan kakinya kerumahnya ini. Beberapa hari ia pulang sekolah langsung kekantor dan tak sempat pulang kerumah lagi. Ia tidur dikantor. Kamar kakeknya dulu. Ia tak mau mengubah desain kamar kakeknya yang dikantor. Desain kuno. Benua langsung masuk kekamar nya. Ia membersihkan dirinya yang terasa sudah sangat lengket sekali. Benua berendam di bath up. Untuk menghilangkan rasa penatnya. Sejam ia berendam. Benua keluar kamar mandi dan langsung masuk ke walk in closet. Setelah itu ia masuk kembali kekamarnya dan duduk dikursi pijit. "Rasanya enak sekali." "Aku benar benar lelah sekarang." "Setelah ini beban pekerjaan akan sedikit lebih ringan." Benua meraih ponselnya yang berbunyi. Ternyata telepon dari mamanya. "Mama kenapa belum tidur jam segini?" "Kamu baru pulang ngantor ya?" "Iya Ma." "Mama belum tidur karna Papa kamu baru pulang juga. Mama mau ngecek aja. Kamu tidur apa belum. Ternyata belum tidur." "Benua, baru pulang kantor dan ini lagi dikursi pijit. Badan Benua pegal semua." "Jangan terlalu banyak bekerja Benua. Kamu itu masih sekolah. Bagi waktu, jangan kayak gini." terdengar nada khawatir dari Mamanya. "Iya benar apa kata Mama kamu. Kerja boleh tapi jangan lupa bagi waktu," sahut papanya. "Iya Ma, Pa. Selamat malam." "Malam sayang." Kella pun mematikan sambungan teleponnya. Ia sedikit lega kalo sudah berbicara dengan anaknya itu. Kalo jauh dari Benua itu sudah biasa bagi Kella. Anak itu memang mau mandiri sendiri. Tak mau lagi merepotkan orangtuanya. Kella dan Alby hanya mendukung keputusan anaknya. Jika itu yang terbaik. Kella tak pernah melarang anaknya. Biar saja anaknya melakukan apapun itu. Anaknya bisa memilih sendiri bagaimana yang baik dan tidaknya. Caca memang sangat bebas. Kella tau itu. Tapi Caca tau mana yang buruk dan mana yang enggaknya. Kella membiarkan anaknya mencoba hal baru. Tapi akan selalu dihukum juga. Biar anaknya sedikit berpikir jika ingin melangkah kesana lagi. ~ ~ ~ ~ Rachel dan temannya kembali kekamar lagi. Juan merebahkan dirinya. Lelah sekali setelah berjalan jalan london. Besok akan lebih melelahkan karna mereka akan berkeliling london lagi. Rachel membekap mulutnya dan langsung berlari ke kamar mandi. Hueeekk hueekk Gadis itu kembali muntah namun hanya ada cairan bening saja. Tidak ada makanan yang ia makan tadi. Temannya yang mendengar itu segera menghampiri Rachel lagi dan membantu gadis itu. Rachel merasakan semuanya sudah ia muntahkan. Anya dan Juan membantu Rachel kembali kekamar dan membaringkan Rachel. "Lo kenapa sih Hel. Nggak mungkin mabuk perjalanan sampai sekarang. Kalo waktu datang sih gue percaya lo mabuk perjalanan. Apa lo nggak bisa makan malam malam di jam segini?" tanya Juan. Memang ini sudah sangat malam. Lebih tepatnya sudah jam 12.35 mereka sampai ke hotel jam sebelasan gitulah. "Bawaan gue pengen muntah terus." Juan menyingkap baju Rachel dan mengelus perut Rachel. "Gimana enakan?" Rachel mengangguk. Ia lebih merasa baikan sekarang. Anya mengambilkan minyak kayu putih dan mengoleskan diperut Rachel. Gadis itu sangat merasakan kenyaman. Saat Juan mengelus perutnya. Anggaplah Juan perempuan jangan lelaki. Lelaki ini memang lebih keperempuanan. Bahkan kalo soal make up Juan jagonya. Tanya aja merek make up yang bagus dimuka berminyak, jerawat, atau dibuka yang mulus. Juan kalo udah dandan dan pakai wig. Persis perempuan bukan seperti lelaki. Orangtua Juan juga tak mempermasalahkan itu. Karna sewaktu hamil Juan Maminya USG selalu perempuan. Eh yang keluar lelaki. Jadilah campuran hehe.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD