Bab 39. Kemarahan Rallin.

1619 Words

Malam itu, suasana rumah besar keluarga Pratama yang biasanya penuh dengan kedamaian mendadak terasa begitu menegangkan. Suasana makan malam yang hampir siap tersaji di ruang makan berubah menjadi kekacauan setelah Pratama menerima telepon dari pembantu yang ada di rumah Nadine. Genggaman Pratama pada gagang telepon semakin erat, garis-garis kerut di dahinya semakin dalam. Suaranya bergetar saat berbicara, “Apa yang kau katakan? Nadine dioperasi? Operasi apa?” Di ujung sana, suara perempuan itu terdengar terbata-bata, penuh kecemasan. “Penyakit nyonya kambuh, Tuan Besar. Kabar terbaru yang saya terima Nyonya Nadine harus menjalani histerektomi darurat. Dia sudah masuk ruang operasi sejak satu jam yang lalu.” Telepon itu hampir terlepas dari tangannya. Pratama menarik napas dalam, mencob

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD