Bab 38. Gawat Darurat!

1306 Words

"Nadine, kamu habis ngelakuin apa sih, kok sampai kesakitan gini? Perasaan kemarin baik-baik aja," tanya Rallin disela kepanikannya. Beberapa saat yang lalu, pembantu di rumah Nadine tiba-tiba menelpon memberitahukan jika Nadine tengah mengeluh kesakitan hebat. Dia meminta Rallin untuk segera datang ke rumahnya. Rallin yang panik tanpa pikir panjang segera meminta ijin pulang cepat, dan langsung meluncur ke rumah sahabatnya. Beruntung jalanan sore itu masih lancar karena belum waktunya jam pulang kantor. Sesampainya di rumah Nadine, dia sangat terkejut melihat Nadine tengah meringkuk di sofa dengan tangan memeluk perutnya. Keringat dingin tampak membasahi pelipis, sementara napasnya tersengal-sengal, yang menandakan jika sakit yang dia rasakan sangat tak tertahankan. Bibir pucatnya sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD