Bab 37. Perkara Bekal.

1650 Words

"Leo, tolong pesankan saya nasi padang di tempat biasa, setelah sampai langsung antarkan saja ke ruangan." Leo susah payah menelan makan siangnya ketika menerima telpon dari Adrian. Tangan semula bersiap menyuapkan sesendok nasi beserta lauknya hanya berakhir menggantung di udara. "Loh, Anda belum makan siang, Tuan?" tanya Leo dengan nada terkejut. "Kalau sudah, buat apa saya menghubungimu? Cepat pesankan sekarang! Perutku sudah kerongkongan." Pria itu hanya bisa memejamkan mata saat mendapat semburan maut dari sang atasan di seberang sana. "Tapi, Tuan ... kata Aira tadi tuan sudah kenyang dengan hidangan makan siang. Makanya dia memberikan bekal yang dia bawa pada saya." "Aira? Memang Aira ke sini?" "Iya, Tuan. Dua jam yang lalu dia pergi setelah nangis sendirian di lorong lift." T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD