Bab 42. Tidak Bisa Menerima Kenyataan.

1262 Words

Nadine membuka matanya perlahan, saat seberkas sinar masuk ke retina. Pandangannya masih buram, dan kelopak matanya terasa berat. Udara di ruangan itu terasa dingin menusuk kulit, meski sudah tertutup selimut. Hidungnya menangkap aroma antiseptik yang menusuk, dan telinganya samar-samar mendengar bunyi alat medis yang berdetak pelan. "Di mana aku?" gumamnya. Kepalanya terasa berat saat ia berusaha mengingat peristiwa terakhir. Yang ia ingat hanyalah rasa sakit yang luar biasa di perutnya ketika masih berada di rumahnya. Rasa sakit itu seperti mencabik-cabik bagian dalam tubuhnya hingga setelahnya semua terasa gelap. Tangan Nadine bergerak perlahan. Ia merasakan kasur rumah sakit di bawah jemarinya. Namun, tanpa sengaja, ia menyentuh sesuatu yang lain, yakni kepala seseorang. Ia mulai me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD