"Terima kasih, Dri ... terima kasih karena masih mempercayaiku." Nadine membalas genggaman tangan Adrian tak kalah erat diiringi mata yang masih berkaca-kaca. "Kamu wanita yang 'ku cintai, sudah sepatutnya aku mempercayaimu, Nadine. Waktu 5 tahun sudah cukup bagiku untuk mengenal siapa dirimu," balas Adrian dengan nada lebih lembut dari sebelumnya. Kini di ruang perawatan itu hanya tersisa Nadine, Adrian dan Aira. Aira masih mematung di tempat menyaksikan interaksi mesra antara sang suami dengan sang istri pertama. "Selama menjadi istriku ... kamu gak pernah berbuat menyimpang. Itu yang membuat kepercayaanku menguat, meski Alden berusaha meruntuhkannya dengan membongkar hubungan kalian di masa lalu." "Sejak aku memilihmu, aku sudah memutuskan untuk menerima semua masa lalumu yang buruk

