"Kak, tolong ... bantu aku! Aku ingin keluar dari sini." Aira menggenggam tangan Alex dengan kedua tangannya. Genggaman tangannya mengerat disertai sorot penuh permohonan. Keadaannya terlihat sangat menyedihkan dengan air mata yang berurai. Alex menatap lekat wanita di sampingnya. Keadaannya sungguh sangat menyedihkan. Entah apa yang telah terjadi hingga Aira ngotot ingin pergi dari kediaman mewah ini. Padahal sebelumnya, dia bersikukuh ingin menyelesaikan kontrak. Alex menghembuskan napas panjang, berusaha menenangkan pikiran yang berkecamuk. Dia meneliti sekeliling taman berusaha mencari celah yang bisa mereka gunakan untuk keluar secara diam-diam. Halaman ini lumayan luas disertai dengan pagar yang menjulang tinggi dan mengelilingi seluruh area rumah, bisa dibilang seperti benteng yan

