Pelarian

2166 Words

“Gak salah, Dan. Memang perempuan itu. Khayra. Namanya ada di salah satu dokumen mereka,” suara di seberang telepon terdengar serius, dan terdengar pula bunyi gesekan kertas, seolah orang itu sedang memeriksa ulang berkas-berkas penting. Wirdan terdiam sejenak, tubuhnya kaku di tempat. Ia berdiri di sisi jendela ruang kerjanya, menatap keluar tanpa benar-benar melihat. Hatinya mencelos. Suhu udara malam terasa turun drastis, atau barangkali itu hanya efek dari kalimat Akib barusan yang seperti membekukan aliran darahnya. “Menteri itu?” tanya Wirdan dengan suara berat, mencoba menahan gejolak yang mulai bergolak dalam dadanya. “Ya. Nama dia juga disebut-sebut dalam lingkaran orang dekat sang menteri. Dan dari sumberku, memang benar—foto Khayra ada dalam dokumen yang mereka pegang.” Tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD