Malang adalah kota yang ajaib. Semua orang tak dapat menyangkal itu. Duah al yang akan terlintas di pikiran banyak orang tentang kota itu. Hawa yang dingin dan kebun apel hijau yang luas. Sakura terlihat antusias, dia telah menyiapkan semua barang-barangnya. Memasukkannya ke dalam tas berwarna hitam bergaris merah muda dengan gantunga kunci beruang. Sementara itu Devan hanya membawa tas kecil, berisi uang dan beberapa kartu. “Kau tak bawa pakaian sayang?” Sakura bertanya, kebingungan. “Untuk?” “Loh, kita kan mau stay cation disana? Gimana sih!” Devan tertawa kecil. “Aku mau beli pakaian disana saja.” “Pakaia napa disana? Mau singgah ke toko pakaian di kota?” Devan menggeleng. “Tidak. Kau tahu kan Ra, ada tuh pakaian yang tulisannya I Love Malang.” Mendengar itu Sakura tak adapat

