bc

OMG! My Boyfriend is a Werepuppy

book_age16+
83
FOLLOW
1K
READ
adventure
goodgirl
comedy
sweet
humorous
friendship
like
intro-logo
Blurb

Ketika Livy dan Shane sedang merayakan hari jadi dengan makan malam romantis, tanpa sengaja Livy mengubah Shane menjadi werepuppy. Setelah Shane kembali berubah menjadi manusia, ia menceritakan kalau seorang penyihir telah mengubah beberapa keluarga menjafi werepuppy—termasuk keluarganya. Penyihir itu bermaksud menguasai dunia dengan menggunakan kekuatan werepuppy. Namun, keluarga Shane dan werepuppy lainnya menolak, dan memilih membantu manusia. Mendengar cerita itu, Livy berniat membantu Shane demi menyelamatkan bumi dari ancaman penyihir jahat. Petualangan mereka pun dimulai.

Ikuti kisah Komedi-Romantis ini dalam "Me and Werepuppy"!

chap-preview
Free preview
1
Malam hari itu, hawa sejuk menyelimuti suatu ruangan di puncak bangunan tinggi. Cahaya temaram dari lilin-lilin berukiran bunga, dan aroma lavender yang menguar dari aromaterapi, memberi nuansa romantis di dalam ruangan tersebut. Sepasang kekasih duduk berhadapan, sambil saling memandang penuh kasih. "Shane, bulir-bulir salju yang menyelimuti Kota Paris malam ini, tak mampu membekukan kehangatan cintamu." Seorang gadis mungil berkata lembut pada kekasihnya. "Apalagi sekarang kita berada di puncak Eiffel Tower, sungguh tak terkiaskan romantisme saat ini." Mendengar kata-kata gadis manis di hadapannya, senyum lebar Shane pun pudar. Hal itu tak luput dari perhatian sang kekasih. "Kok, ekspresi kamu berubah?" tanya si gadis manis. "Liv ... kita sedang berada di lantai tertinggi Mallory Tower ...." Gadis bernama Livy Callista pun terhenyak. "Eh ... erm ... paling enggak saljunya beneran, kooook ...." "Zzz ... sejak kapan di Sydney bersalju pada bulan Januari?! Ruangan ini dingin karena AC, Livy ...." Livy menjadi salah tingkah. "Ha ... ha ... ka-kan aku menggunakan majas metafora ... ha ... ha ... iya, ME-TA-FO-RA! Wajar dooong, aku kan Novelis!" Novelis, itulah profesi Livy. Namun, Livy adalah satu-satunya Novelis yang sering kali tidak bisa membedakan imajinasi dengan kenyataan. Terutama ketika berada dalam suasana romantis seperti sekarang, saat ia dan Shane sedang merayakan hari jadi mereka yang pertama. Livy yang masih tersipu, berusaha menutupi rasa malunya. "Tapi suasana Sydney di malam hari juga romantis, kok." Ia hendak menarik gorden yang menutupi jendela, tetapi Shane berteriak panik. "Jangaaaaaan!!" Terlambat, Livy sudah menarik gorden ke samping. "Lho, kenapa sih? Kan bagus ngeliat bulan sabit." Ia menoleh ke arah Shane. "Romantis banget ka—IIIIIIIIIIIIK!!" Livy memekik keras, ketika melihat asap tebal bergumul menyelimuti Shane. Tak lama kemudian terdengar suara letupan kecil, seiring asap yang berangsur-angsur memudar. Namun, ia benar-benar tak menyangka dengan sosok yang dilihatnya. Sang kekasih yang tampan, kini telah berubah menjadi seekor anjing hitam berjenis Papillon. "Wuff! Wuff!!" Papillon kecil menyalak lirih, lantas melingkarkan tubuh karena tak ingin Livy melihatnya. "Ti-tidak ... tidak mungkin ...." Suaranya bergetar, dan nyaris tercekat. "Tidak ... a-aku ... AKU SUDAAAAH LAMAAAAA INGIN MEMELUK PAPILLON!!! KYAAAAAAA IMUUUT BANGEEEET!! AKU INGIN SEKALI MEMANDIKAN PAPILLON!!" Tidak ada anjing yang suka dengan air, demikan pula dengan Papillon kecil. Ia gemetaran melihat tangan Livy mendekat, tetapi saat hendak melompat tangan Livy menyambarnya. "KAAAAAIIIIIIIIIIIIIING!!!" "Ayo pulang ke apartemenku! Kamu pasti senang bertemu dengan kucingku, Miko!" Mendengar Livy menyebut "kucing", Papillon berusaha berontak. Namun, Livy memeluk Papillon erat-erat. Dipeluk Livy seperti itu seluruh syaraf Papillon mengendur, darah hangat pun merayap naik ke wajah. Kalau saja ia tidak berbulu, semburat di wajahnya sudah pasti terlihat. Ia pun tak kuasa memberontak saat Livy membawanya ke apartemen. *** Di dalam sebuah unit apartemen, seekor kucing berbulu cokelat berjalan ke bantal merah di pojok ruangan. Sesampainya di dekat bantal ia meregangkan badan, kemudian merebahkan diri di atasnya. Beberapa kali kucing cokelat menguap lebar karena tak kuat menahan kantuk. Namun, baru saja ia melingkarkan badan, tiba-tiba pintu depan membentur dinding dengan keras! "MIIKOOOOOOOO!! AKU PULAAAAAAAAAAAANG!!!" "MIAAAOOW!!" Kucing bernama Miko melonjak, terkejut. "Lihaaaaat! Aku membawa teman baru untukmu!!" Livy mengangkat Papillon kecil ke depan Miko. "Miaaauwww!!" Miko menggeram seraya matanya menyorot tajam pada Papillon kecil. Mendapat sambutan menakutkan, Papillon kecil melingkarkan badan di dalam pelukan Livy. Tidak pernah ada anjing yang takut pada kucing kecuali Papillon kecil. Namun, Livy sama sekali tidak menyadarinya. "Kamu pasti masih malu bertemu kawan baru," ucapnya sembari mengusap bulu hitam Papillon. "Tenaang ... tidak lama lagi kamu akan terbiasa dan bersahabat dengan Miko. Nah, ayo sekarang aku mandikan." Livy berjalan ke kamar mandi. "Ah, coba kalau Shane melihat—" Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya teringat sang kekasih yang tiba-tiba menghilang ketika selesai menikmati makan malam. "Shane ... ja-jangan-jangan ...." Pupilnya bergerak melirik Papillon kecil. "Shane! Di-dia berubah seperti werewolf! Bukan, bukan ... OMG! My boyfriend is a werepuppy!" "Miaaaaauw" Miko memandang Livy yang berlarian dari satu ruangan ke ruangan lain. "Buku ... buku ... mungkin ada buku yang memberitahu cara mengembalikannya ke wujud manusia!!" Ia membuka setiap laci yang ada di rumahnya, mencari di atas meja-meja, bahkan sampai kolong tempat tidur. "Buku Hari Kotter! Di situ pasti ada caranya!!" Livy menoleh pada Miko. "Kamu lihat buku berwarna hijau?" "Miauw." Livy berjalan mengikuti Miko melintasi ruangan, menuju dapur. Sesampainya di sana, Miko melompat ke atas meja makan. "Miauw." Miko duduk di samping buku bersampul hijau. "Aha! Kamu pintar sekali!" Diambilnya buku berjudul "Cara Memasak Sup Daging", tanpa membaca sampulnya terlebih dahulu. "Jadi siapkan panci berisi air, panaskan sampai mendidih ... lalu masukkan daging yang belum dipotong ke dalam panci dan tunggu sam—" "KAAAAAIIIING!" Papillon melompat ketakutan lalu berlari, mencoba menyelamatkan diri. Livy memutar bola matanya. "Ayolaah, Shane ... aku ingin mengembalikanmu. Tidak ada waktu bermain petak umpet." Ia berjalan ke Ruang Keluarga sembari memanggil-manggil, "Shaaaaaneee! Yuhuuuuu! Papillon kecil, di mana kamu bersembunyi?" Livy masuk ke dalam Kamar Tamu lalu membuka lemari di dalamnya. "Aku tahu kamu masih di dalam unit karena pintu keluar aku kunci. Ayolaaaah menyerah supaya kamu lekas kembali menjadi manusia." "Miaaaaauw." Livy menoleh ke bawah. "Tolong bantu aku mencarinya, Miko." Miki mengedip sekali lantas keluar dari kamar. Mereka sama-sama mencari di ruangan yang berbeda agar Papillon kecil lebih cepat ditemukan. Namun, rupanya tetap saja tidak mudah. Sudah hampir semua ruangan digeledah, tetapi Papillon kecil tak juga ditemukan. Livy sudah mulai putus asa. "Atau jangan-jangan dia berhasil keluar dari unit ini?! Tapi bagaimana mungkin?! Semua ruangan sudah aku cari; dapur, kamar, kamar mandi ... ruangan mana yang belum ya?" Livy mencerna pikirannya selama beberapa saat, sampai akhirnya ia ingat ada satu ruangan yang belum diperiksa. "Aha! Teras!" seru Livy, matanya melebar antusias. "Yuhuuuuu! Papillon keciiiil! Aku sudah tahu di mana kamu sekarang! Tunggu sebentar lagi aku akan menemukanmu!" Setibanya di pintu teras, ia segera membukanya. Pandangannya mengedar ke pojok teras dan melihat Papillon kecil sedang meringkuk ketakutan. Livy pun mendekatinya. "Ayo, sekarang ikut aku." "Kaing ...." Papillon kecil gemetaran melihat tangan Livy makin dekat. Sayang, ia terpojok dan tidak bisa melarikan diri. "Ayoo, Papillon kecil yang imut dan lucu." Baru saja selesai berucap, tiba-tiba asap tebal membungkus Papillon kecil, hingga akhirnya terdengar suara letupan. "Kenapa lagi ini? Jangan-jangan sedang berubah kembali menjadi Shane-ku," gumamnya seraya menyelisik kepulan asap yang perlahan memudar. Tak lama kemudian seluruh asap telah lenyap tak bersisa, tetapi Livy justru menjerit, "KYAAAAAAAAAAAAAAAA!" Ia berlari masuk ke dalam karena terkejut melihat Shane muncul tanpa pakaian. ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook