HOTEL

2085 Words

Chef Julia membuka pintu dengan muka bantalnya. Keningnya berkerut, memperhatikan aku dan Mas Fikri yang berdiri di depan pintu secara bergantian. "Ada apa malam-malam begini, kalian kemari?" tanyanya dengan suara parau. "Aku titip Yuka." "Hah." Chef Julia melongo. "Kenapa? Dia 'kan punya kamar." "Teman sekamarnya mengusir Yuka dari kamarnya." "Kok bisa?" Kening Chef Julia sudah berkerut. Mas Fikri menjelaskan segalanya pada Chef Julia, sedangkan aku hanya bergeming mendengarkan perbincangan mereka. "Beneran kalian nggak pernah punya hubungan spesial?" tanya Chef Julia dengan tatapan menyelidik. "Kami memang saling mengenal, karena kami satu pesantren. Tapi, kami nggak pernah pacaran, apalagi sampai bertunangan. Gosip yang beredar di sosmed itu tidak benar. Sudah lama kami tak bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD