Eijaz bertambah kesal karena jalanan macet dan menghambat perjalanannya. Pemuda itu pun turun sambil menggendong Elena. Berjalan setengah berlari menuju rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kemacetan itu terjadi. Meninggalkan mobilnya di jalanan demi untuk bisa membawa Elena agar cepat sampai di rumah sakit. Tidak peduli banyak orang memperhatikannya, ia terus melangkah hingga tiba di rumah sakit. "Suster! Suster! Tolong!" Eijaz menerobos masuk ke dalam ruangan IGD, membuka pintu dengan cukup keras. Kemudian, berteriak memanggil perawat yang berada di sana. Membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut bukan kepalang dan terdiam. "Kenapa diam? Cepat tolong dia!" Eijaz berkata dengan sedikit kesal dan tidak sabar karena melihat para petugas medis itu terdiam deng

