Aksel telah mendapatkan ukuran jari Clarissa, dia bahkan sudah membeli cincin dan akhirnya, mereka bisa mencocokkan jadwal cuti untuk berlibur bersama. Tak terasa sudah hampir satu tahun mereka bersama dan selama itu pula, hubungan keduanya semakin membaik. Sepanjang hari Clarissa menghabiskan waktu berbelanja dan makan semua kuliner lokal yang bisa ia temukan. Aksel senang melihat Clarissa begitu bersemangat, tapi dia jadi tak punya kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya. “Lihat, setelan jas ini bagus banget. Cobain gih.” Sekarang Aksel diseret memasuki toko pakaian resmi hanya karena Clarissa merasa tertarik dengan baju yang berada di etalase. “Aku jarang pakai jas, nggak deh. Cari baju biasa aja.” Biasanya Aksel bekerja di rumah dan hanya sesekali ke kantor. Itu pun kebanyakan

