Pagi mulai datang setelah malam kembali keperadabannya. Sang bulan telah kembali meski mentari belum sepenuhnya datang. Ara yang sebelumnya tertidur dengan menyandarkan kepala pada meja, telah berubah posisi dengan bersandar pada sofa yang telah diatur oleh Adrian, sehingga posisi tidurnya bisa lebih nyaman dari yang sebelumnya. Selimut tebal tengah menutupi tubuh Ara, membuatnya tidak merasa dingin dan tidur dengan nyaman. Ara terjaga, meski kesadarannya belum sepenuhnya kembali. Ia mengerjapkan mata, mencoba mengenali tempat sekitar yang serasa berbeda dari tempat yang ia lihat ketika bangun pagi seperti hari-hari sebelumnya. Sembari mengumpulkan kesadaran yang serasa melayang-layang, Ara menyapu tempat sekitar dengan pandangannya. Hingga akhirnya ia sadar bahwa ia tengah berada di ru

