19

746 Words

Sesuai permintaan Alvan, Katria sudah bersiap-siap dan menunggu Alvan, dia duduk di sofa yang berada di teras rumahnya. Katria merapalkan doa dalam hati agar papanya benar-benar sudah pergi. Katria masih tidak mau jika bertemu dengan papanya. Mobil Alvan memasuki pekarangan rumah Katria, lelaki yang memakai hoodie navy itu pun turun dari mobilnya. Selama di perjalanan Katria memilih diam, tidak biasanya gadis itu bersikap seperti ini."Kamu mau ke mana?" tanya Alvan mencoba memecahkan kesunyian. Alvan tau, Katria masih marah mengenai keputusannya yang menerima projek pertukaran pelajar. "Aku mau ke mall, mau makan, mau belanja sama mau main game," ujar Katria dengan pandangan lurus ke depan tanpa berniat menoleh sedetik pun ke arah keberadaan Alvan yang berada di sampingnya. "Oke siap,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD