Pagi harinya, Katria terlihat masih sangat betah berada di tempat tidurnya. Puluhan panggilan tak terjawab juga sudah dia abaikan. Lagian, semuanya sudah selesai, Katria tidak mempunyai alasan untuk sekadar mengantarkan kepergian Alvan. Pintu diketuk dan muncullah Rhea dan Zela sesuai dugaannya. Pasti kedua gadis ini akan menghampirinya dan mengajaknya untuk ikut ke bandara. "Kat, bangun. Serius lo gak mau anterin Alvan?" tanya Rhea dan mulai menggoyangkan badan Katria. "Iya, Kat, jangan sampek lo nyesel karena gak ngeliat Alvan pergi," tambah Zela yang sekarang juga ikut-ikutan menggoyangkan badan Katria. Katria tidak bergeming, gadis itu masih tetap setia memejamkan matanya untuk melanjutkan aktingnya. Bagaimanapun juga mereka berdua harus segera pergi. "Bangun atau gue siram," anca

