Syok!!

1070 Words
Syok!! ‘’heh, kemarin urusan kita masih belum selesai’’ Seseorang ini mengejutkanku, membuyarkan lamunanku. ‘’kamu apaan sih’’ Reza mengejutkanku dengan berdiri disampingku sambil menggenggam pergelangan tanganku. ‘’ikut aku’’ Pandangan mereka tidak lepas saat Reza menarikku keluar dari kantin, aku berusaha berontak melepaskan genggamannya dari pergelangan tanganku. Kini kami berada di belakang sekolah, Reza mendorongku hingga badanku bertabrakan dengan dinding, memojokkankku dan memagariku dengan tangannya yang ia luruskan menyentuh dinding diatas kepalaku membuatku tidak bisa kemana mana. Reza mendekatkan wajahnya membuatku terkejut dengan sikapnya kali ini, apa yang dia lakukan. ‘’denger ya, semua cewek disini suka sama aku jadi kamu enggak bisa ngelawan aku’’ Aku tertawa sinis mendengar penuturannya, perkataannya membuatku bertambah membencinya, dasar laki laki sombong. ‘’apa kamu merasa terguncang karena tidak semua cewek disekolah ini menyukai cowok sombong kayak kamu’’ ‘’tidak, aku tidak peduli, bukankah hanya satu cewek yang enggak suka sama aku, jadi apa peduliku itu juga enggak efek apapun’’ ‘’ya udah trus ngapain kamu bawa aku kesini’’ ‘’mau buat yang lain iri aja’’ ‘’maksud kamu?’’ ‘’denger ya, kamu itu enggak akan bisa benci sama aku, kamu harus percaya takdir’’ Setelah mengatakan itu Reza langsung meninggalkanku yang masih mematung ditempatku, apa maksudnya aku tidak bisa membencinya, dan aku harus percaya takdir?takdir apa maksudnya. Aku kembali menuju kelasku, aku tidak mau kembali kekantin yang akan membuat murid yang lain bertanya tanya apa yang baru saja terjadi. Aku masih belum bisa mengerti apa maksud dari laki laki itu, perkataannya membuatku tidak bisa menemukan jawabannya. ‘’Nda’’ Nana mengaggetkanku yang sedari tadi sedang mencari sesuatu dari otakku. ‘’eh Na’’ ‘’kamu kemana sih, aku udah pesenin kamu bakso sama es jeruk kamunya malah enggak ada’’ ‘’aku enggak enak badan Na’’ ‘’kamu sakit?’’ Nana menyentuh keningku dengan punggung tangannya, aku menolaknya, aku tidak ingin dia tau masalahku yang baru saja terjadi. ‘’aku enggak apa apa kok’’ ‘’aku telvonin Raka ya biar kamu bisa pulang trus istirahat’’ ‘’enggak usah Na, aku masih kuat kok’’ ‘’beneran?’’ ‘’iya’’ Bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing untuk segera pulang, sedari tadi sejak kejadian tadi siang aku kurang konsentrasi dengan pelajaranku, aku masih mencari jawaban dari perkataan Reza. ‘’eh Na, kata Erdi tadi kamu ditarik sama kakak ganteng keluar kantin’’ ‘’e…oh…itu…’’ ‘’apa? jadi kamu beneran ditarik keluar kantin sama kakak ganteng, kalian pergi kemana?’’ ‘’aku…aku enggak kemana mana kok, tadi …dia cuman mau ngembaliin buku aku yang dipinjem’’ ‘’kakak ganteng pinjem buku kamu?’’ Aku bingung bagaimana membuat Nana percaya dengan alasanku, aku tidak mungkin menceritakan sesungguhnya. ‘’iya, dia pinjem buku ipa aku’’ ‘’ngapain dia pinjem buku ipa kamu, lagian dia kan udah kelas 3 trus dia anak IPS bukan IPA’’ ‘’tuhan, bagaimana ini, aku harus mencari alasan apa supaya Nana percaya?’’ ‘’itu Na, katanya…buat temen ipanya, dia mau cari apaan gitu aku juga enggak tau’’ ‘’tapi kenapa kakak ganteng pinjemnya kekamu, trus…’’ ‘’udah ah, aku mau pulang, Raka udah nungguin dari tadi’’ Aku langsung menuju keluar gerbang sekolah meninggalkan Nana yang mungkin masih mencerna perkataanku, aku tersenyum melihat Raka berdiri menyandar ke mobilnya. ‘’maaf ya tadi masih ada kerjaan’’ ‘’iya, kamu selalu aja sibuk, kita pulang’’ ‘’hu um’’ Aku duduk disebelah Raka yang sedang focus dengan menyetirnya, sambil memainkan handphoneku aku memulai percakapan. ‘’Ka besok malam kita nonton yuk’’ ‘’uhuk…uhuk’’ Aku melihatnya khawatir, apa Raka sakit. ‘’kamu sakit?’’ ‘’enggak, aku cuman flu aja kok’’ ‘’udah minum obat’’sambungku lagi. ‘’sayang, enggak apa apa kok, cuman flu biasa’’ ‘’tapi harus diobatin sayang, kalo dibiarin malah tambah parah’’ ‘’iya cantik’’ ‘’gitu dong’’ ‘’kamu tadi ngomong apa, aku enggak denger’’ ‘’enggak jadi deh Ka’’ ‘’Nda apa?’’ ‘’aku mau ngajakin kamu nonton besok malem tapi kayanya kamu enggak enak badan, lain waktu aja deh’’ ‘’ayo, hmmmm….kita nonton apa ya?film apa yang lagi bagus’’ ‘’Ka enggak apa apa?kamu lagi enggak enak badan’’ ‘’enggak apa apa Nda, aku baik baik aja kok’’ ‘’oke, kita nonton film romantis aja’’ ‘’oke’’ Aku sampai kerumah untuk mengistirahatkan badanku, aku tidak sabar menunggu besok untuk pergi berkencan dengan kekasihku. ‘’Nda ntar malem kita jalan jalan yuk’’ ‘’sorry ya Na aku lagi mau kencan sama Raka’’ Aku tetap pada aktivitasku membereskan bukuku yang berserakan dimeja. ‘’ciee…iya enggak apa apa kok, bisa lain waktu’’ ‘’maaf ya Na’’ ‘’iya Nanda, aku pulang dulu ya, besok kita ketemu lagi disekolah tercinta ini’’ ‘’iya’’ Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, aku sudah bersiap menuju tempat tujuan kami. Kami sepakat untuk bertemu dibioskop, aku tidak mau Raka menjemputku, aku ingin membuatnya terkejut dengan penampilanku. ‘’anak mama kok cantik banget, emang mau kemana?’’ Aku tersenyum ketika melihat wanita yang sangat aku sayangi masuk kedalam kamarku dan melihatku yang sedang bersiap siap. ‘’aku mau nonton sama Raka ma’’ ‘’wah…lagi mau kencan ceritanya’’ ‘’hehehe…biasa ma anak muda’’ ‘’hati hati sayang’’ ‘’iya ma, gimana aku cantik enggak?’’ ‘’cantik, anak mama emang cantik banget’’ ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD