Untuk Pertama Kalinya Aku Menatapmu 2

902 Words
Untuk Pertama Kalinya Aku Menatapmu 2 ‘’Halo, siapa?’’ Reza mulai melonggarkan genggaman tangannya dan sibuk dengan telephonenya, aku dengan cepat menarik tanganku dan akhirnya tanganku bisa lepas dari cengkramannya, dan aku berlari meninggalkan 5 cowok nyebelin itu. ‘’Nda kamu dari mana aja sih, kok lama banget?’’ ‘’Ehmm…tadi…tadi aku lagi sakit perut, jadi aku kekamar mandi dulu’’ ‘’Oh’’ Sudah jam 14.00 akhirnya acara sekolah berakhir dan aku bisa istirahat dengan tenang. *** Kini suara tangisan bayi akan mengisi kembali rumah tangga keluarga ini, seorang bayi laki laki yang berhasil dilahirkan dengan selamat. ‘’yee…aku punya adik baru’’ucap gembira anak yang berusia 3 tahun tersebut. ‘’sayang, kamu harus jagain adik kamu’’ ‘’iya pa, aku janji aku akan jagain dia dari siapapun, dan aku akan jadiin dia cowok yang kuat kaya aku’’ Kebahagiaan keluarga bertambah lengkap dengan kehadiran anak kedua mereka, seorang bayi berjenis kelamin laki laki yang memang mereka dan anak pertama mereka inginkan. *** Aku berjalan menuju gerbang sekolah, berdiri dan menunggu seseorang datang. Beberapa menit kemudian aku melihat sebuah mobil berwarna putih sedang berhenti tepat didepanku. Sebuah , senyuman terlukis diwajahku melihat siapa yang datang. ‘’udah lama nunggu’’ Aku tersenyum ketika melihat dia begitu memperhatikanku, dia Raka, kekasihku. Aku sudah lama menjalin hubungan dengannya sudah hampir sekitar 3 tahun, aku merasa dia yang paling mengerti aku didunai ini. ‘’enggak, aku baru pulang’’ ‘’ya udah, masuk’’ Aku masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelahnya melihatnya sedang mengemudikan mobil membuatnya semakin keren dimataku. ‘’aw…’’aku merintih kesakitan saat aku tidak sengaja memegang lengan tanganku. Dengan sigap Raka langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti mendadak. ‘’kamu kenapa?’’ ‘’aku enggak papa Ka’’ ‘’aw...sakit’’kini Raka menekan lengan tanganku dan spontan membuatku kesakitan, kemudian Raka menaikkan lengan bajuku dan aku melihat dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. ‘’kamu kenapa?kenapa bisa seperti ini?’’ Aku melihat wajah cemasnya, dia terlihat sangat khawatir ketika melihat lengan tanganku sangat lebam dan dengan bentuk genggaman jari tangan, aku yakin ini ulah cowok nyebelin itu. ‘’ini enggak papa Ka’’ Aku mencoba menenangkannya, tapi sepertinya dia tahu aku berbohong dan berusaha menyembunyikan sesuatu. ‘’jujur Nanda ini kenapa?hal kaya gini kamu bilang engga papa’’ ‘’ini…ini…’’ ‘’Nanda’’ ‘’cowok nyebelin itu yang buat lengan tanganku jadi gini’’ Semenjak aku menginjakkan kaki disekolah ini aku menceritakan kejadian menyenangkan, menyedihkan, menyeramkan sampai hal yang aku benci, semuanya Raka sudah mengetahuinya apa lagi tentang cowok nyebelin itu jadi Raka sudah tau dan mengerti siapa cowok nyebelin yang aku maksud. ‘’apa yang dia lakuin sampai lengan kamu jadi gini?’’ ‘’dia enggak ngapa ngapain kok’’ ‘’Nanda’’ Panggilnya lagi yang membuatku tidak bisa berbohong kepadanya. Aku mulai menceritakan kejadian tadi, dan…prediksiku benar, aku melihat wajah amarah terlukis jelas di wajah tampannya. ‘’Ka aku enggak papa kok’’ ‘’besok aku akan temui dia’’ ‘’Ka enggak usah ini enggak serius kok’’ ‘’apanya yang enggak serius, baru pertama kali dia ketemu kamu, lengan kamu sudah lebam gini, apalagi dia ketemu kamu untuk kelima kalinya, mungkin …’’ ‘’Ka, tolong jangan lakuin itu, aku enggak papa kok aku yakin ini yang terakhir kalinya dia ngelakuin ini ke aku, percaya deh’’ Aku melihat dia masih terdiam dengan raut wajah dendam memang sulit membuatnya tenang dan tidak khawatir lagi, dia mulai menghidupkan mobilnya lagi dan menyetir dengan kecepatan tinggi. ‘’Ka aku jamin ini enggak akan terjadi lagi, cowok nyebelin itu enggak akan ngelakuin ini lagi sama aku’’lanjutku untuk kembali meredakan amarahnya. Raka masih terdiam dan kembali melanjutkan aktivitas menyetirnya. Memang seperti inilah Raka, dia selalu saja cemas dengan apa yang terjadi denganku. Sekarang mobil ini berhenti disebuah rumah sederhana dengan cat berwarna biru kesukaanku, rumah yang sudah membuat banyak kenangan indah bersama keluargaku, mobil ini berhenti tepat didepan rumahku, aku tetap melihat Raka yang terus diam dan tidak menatapku sama sekali. ‘’makasih Ka, aku pulang dulu’’ Saat aku ingin membuka pintu Raka menahanku dengan menarik tanganku dan membuatku jatuh kedalam pelukannya. ‘’ma’af, aku cuman enggak mau buat kamu tersiksa, aku hanya ingin buat kamu nyaman, ma’af kalo aku salah’’ Aku merasakan kehangatan ketika dia memelukku dengan penuh kasih sayang, aku mencoba menenangkannya dengan melingkarkan tanganku di lehernya dan membisikkan kalimat yang membuatnya kembali tenang. ‘’Ka kamu enggak salah, aku tau kamu khawatir banget, tapi kamu percaya sama aku, sekarang aku sudah anak SMA aku bisa jaga diri aku baik baik’’ Perlahan aku melepaskan pelukannya, sekarang aku melihat wajah rasa bersalah terlukis jelas di wajahnya. ‘’Raka Prayodha Nugroho, aku bisa jaga diri baik baik,hmm’’ Aku mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk, melihat senyuman manis diwajahnya dan ditambah dengan kata ‘’makasih’’, hal itu membuatku tidak ingin kehilangan kekasihku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD