Ingin meledak! Itulah yang di rasakan Rangga Admajaya saat ini, bahkan dia sudah ingin meludahi wajah Mey yang sejak tadi mengejeknya. “Kau ingin seks? Ayo kita lakukan…” pria itu membuka baju dan celana hingga polos tanpa sehelai benang. Dia berjalan ke arah Mey yang tersenyum miring. “Ternyata kau masih sama Rangga Admajaya, kau sangat ingin mengalahkan wanita itu. Aku sarankan untukmu, perbanyak orang-orang sepertiku.” “Jangan terlalu banyak bicara, Lady!” Rangga Admajaya menarik resleting gaun Mey hingga jatuh ke lantai begitu saja. “Kau ingin seks, bukan? Aku akan memberikanmu seks yang benar…” Rangga Admajaya menyelipkan tangannya di antara rambut Mey, dengan cepat dia meraih bibir wanita itu. Melumatnya hingga napas mereka berdua memburu. Ah.. Mey mendesah saat dengan lincah bi

