Bab 7

792 Words

Faranisa membulatkan mata! Dia teringat kembali perkataan Rangga Admajaya yang menjadikan malam ini sebagai taruhan. Gadis itu tergugup, dia melipat gaun diantara tangan. “Jangan seperti itu Mas,” Rangga Admajaya tidak menjawab dan dia menjalankan mobil itu dengan cepat, dia akan menunjukan pada Faranisa kalau dirinya benar dan malam ini dia akan jatuh ke atas ranjangnya. Setelah satu jam lebih akibat kemacetan. Mereka berdua sampai ke pintu megah sebuah hotel, dimana pesta itu akan dilakukan. “Jangan buat kesalahan, tetaplah elegan.” bisik Rangga Admajaya. Faranisa mengangguk, setidaknya dia masih sering datang ke acara pesta. Tidak mungkin dirinya salah dalam melakukan hal seperti ini. Lagipula sopan santun adalah hal yang selalu ayahnya ajarkan pada wanita itu. Rangga Admajaya memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD