Perlawanan

1605 Words

Malam mengutuk nurani, menjauhkan rasa dari asa yang tersisa. Semua terasa terbalik. Awalnya aku mengira, dukun ilmu hitam adalah sosok yang buruk. Tetapi setelah bertemu dengan si mbah, aku malah salah. Lalu aku kedatangan tamu yang mengaku keluarga. Suaranya begitu halus seperti sutra, gerakannya gemulai bak wanita lembut, dan kerlingan matanya seperti ratu kerajaan dewata. Namun siapa yang mengira, bahwa ia adalah iblis yang dikemas dengan begitu apiknya. Tante Asih sangat kejam dan seorang pembunuh berdarah dingin. 'Kakak!' panggil Alan terdengar jelas. Sementara darah segar, masih mengucur dari mulutnya. 'Ayo main denganku!' "I-iya," jawabku dengan bibir bergetar. "Ayo!" Bulir-bulir air mataku juga ikut mengalir deras. Rasanya mual sekali saat harus terus-menerus berhadapan de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD