“Saya minta anda mencabut beasiswa atas nama Delisha Adina Zahra.” Ujarku dingin pada pria paruh baya di depanku yang aku kenal dengan nama Setyo Nugroho. Aku mendatanginya langsung agar apa yang aku perintahkan cepat terlaksana. Aku tipe orang yang tidak sabaran. Setyo terkejut mendengar titahku, terlihat dari raut wajahnya. “Maksud anda bagaimana, Pak?” Aku mendengus tak ketara, “jangan pura-pura tidak paham, Setyo.” Biarlah aku dicap tidak sopan kepada orang yang lebih tua. Karena dia hanya bawahanku! Dan aku tidak suka dengan sikap sok tidak tahunya. “Tapi kenapa, Pak?” Aku yakin dia hanya pura-pura tidak paham, karena bukan hanya sebuah isu kalau nama yang aku sebut tadi adalah mahasiswi berprestasi. Mungkin juga menjadi kesayangan dosen. “Turuti saja apa perintahnya saya, apapun

