SaD–18

1045 Words

“Dina!!!! Awas ya, kamu! Jadi orang sukanya pamer!” Kalian dengar? Yap, itu suara menyebalkan milik Yunanda Tari. Siapa lagi? Sahabatku ini sedang ngambek ceritanya, gara-gara tidak aku ajak liburan. Lah, emangnya aku ke sini liburan pake uang sendiri apa. Wong aku dibayarin, kan sekalian honeymoon. Masak ajak orang ke tiga sih, kan gak asyik. “Kenapa sih, teriak-teriak? Berisik tahu,” aku sebel. Soalnya Yuna gangguin aku dan Mas Sam yang lagi asyik makan di restoran seafood. Muka Yuna cemberut, bibirnya sudah maju sepuluh senti. “Kamu nyebelin Dina! Tau gak sih?” “Gak.” Jawabku singkat dan cuek. Biar tau rasa, hihi. “Ihh, beneran aku tuh.” Rajuknya dengan wajah yang semakin tertekuk, bibirnya–entahlah. Lebih sedap di pandang bibir bebek. “Iya, aku juga tahu Yuna. Tapi yang gak kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD